Ketegangan Diplomatik di Cuba: Penerbangan Militer AS dan Aktivitas Pengintaian

Ketegangan Diplomatik di Cuba: Penerbangan Militer AS dan Aktivitas Pengintaian
Ketegangan Diplomatik di Cuba: Penerbangan Militer AS dan Aktivitas Pengintaian

Keuangan.id – 15 Mei 2026 | Sebuah penerbangan militer AS yang dipimpin oleh F-5N Tiger II telah melintas di atas Havana, Cuba, pada hari Kamis, 14 Mei 2026. Kejadian ini tercatat oleh sistem penerbangan Flightradar24 dan dilaporkan oleh pengguna @Flightwatcher1.

Penerbangan ini diikuti oleh sebuah pesawat Boeing C-40B Clipper yang digunakan oleh pejabat tinggi pemerintah AS. Pesawat ini memiliki nomor registrasi 761562 dan bergerak pada ketinggian 10.975 kaki dan kecepatan 489 knot (sekitar 906 kilometer per jam) saat melintas di atas Havana.

Pesawat ini tidak mendarat dan menghilang dari radar pasca-melintas, yang menimbulkan spekulasi bahwa pesawat ini mungkin memiliki peran sebagai penjaga atau penutup udara bagi pesawat SAM554.

SAM554 adalah sebuah pesawat Boeing C-40B Clipper yang digunakan oleh pejabat tinggi pemerintah AS. Pesawat ini memiliki nomor registrasi 169659 dan mendarat di Havana setelah berangkat dari Pangkalan Angkatan Udara Bersama di Maryland.

Di sisi lain, sebuah drone pengintaian MQ-4C Triton milik Angkatan Laut AS telah beroperasi di sekitar Cuba dan Kepulauan Cayman pada ketinggian 46.975 kaki. Drone ini melakukan pola pengintaian yang tipikal bagi misi intelijen maritim yang meluas.

Kejadian ini menambahkan ketegangan diplomatik yang telah terjadi di Cuba sejak beberapa bulan terakhir. Pemerintah AS telah meningkatkan kehadiran udaranya di sekitar Cuba, termasuk melalui misi pengintaian yang dilakukan oleh pesawat P-8A Poseidon, RC-135V Rivet Joint, dan beberapa misi MQ-4C Triton.

Kejadian ini juga menunjukkan bahwa pemerintah AS terus meningkatkan kehadiran udaranya di sekitar Cuba, yang dapat menjadi tanda-tanda keterlibatan lebih lanjut dalam konflik diplomatik yang sedang berlangsung.

Dalam beberapa hari terakhir, pemerintah Cuba telah menunjukkan perubahan pendirian terkait dengan tawaran bantuan humaniter sebesar $100 juta dari AS. Menteri Luar Negeri Cuba, Bruno Rodríguez Parrilla, telah menyatakan kesediaan untuk mendengarkan rincian tawaran tersebut dan bagaimana tawaran tersebut dapat diterapkan.

Kejadian ini menunjukkan bahwa kehadiran udara militer AS di sekitar Cuba masih menjadi topik perhatian yang signifikan, dan dapat berdampak pada kestabilan diplomatik di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *