Keuangan.id – 29 Maret 2026 | Jakarta, 29 Maret 2026 – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengenang kembali sosok Juwono Sudarsono, mantan Menteri Pertahanan yang baru saja meninggal dunia pada 28 Maret 2026. Mahfud, yang sempat menggantikan Juwono di awal pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), menekankan bahwa Juwono adalah seorang ilmuwan besar yang menguasai isu pertahanan dari perspektif geopolitik global.
Pengganti di Era Gus Dur
Setelah Juwono menjabat sebagai Menteri Pertahanan sipil pertama pada periode 1999-2000, Mahfud MD diangkat menggantikannya pada tahun 2000. Dalam sebuah wawancara di Jakarta, Mahfud mengatakan, “Saya dulu menggantikan Prof. Juwono di awal pemerintahan Gus Dur. Sejujurnya beliau seorang ilmuwan besar yang menguasai masalah pertahanan dari optik geopolitik global.”
Mahfud menambahkan bahwa karakter Juwono yang “santun, tidak meledak-ledak, namun daya tariknya luar biasa kuat” menjadikannya figur tepat memimpin kementerian pada masa transisi reformasi.
Karier Juwono Sudarsono
Juwono Sudarsono lahir di Ciamis, Jawa Barat, pada 5 Maret 1942. Ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Indonesia, melanjutkan studi di Institute of Social Studies Den Haag, University of California Berkeley, dan meraih gelar doktor (Ph.D.) dari London School of Economics and Political Science. Sebelum menjadi Menhan, ia pernah menjabat sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup pada akhir masa pemerintahan Soeharto (1998), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada era BJ Habibie (1998-1999), serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Britania Raya pada masa Megawati Soekarnoputri.
Setelah kembali menjabat sebagai Menhan pada periode 2004-2009 di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Juwono tetap dikenang sebagai arsitek reformasi TNI yang menekankan profesionalisme dan integrasi sipil-militer.
Kematian dan Upacara Pemakaman
Kabar duka menyebar ketika putra Juwono, Vishnu Juwono, mengonfirmasi bahwa sang ayah meninggal di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) pada usia 84 tahun. Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait, menyatakan jenazah Juwono disemayamkan di Gedung Urip Sumoharjo, Kementerian Pertahanan pada 29 Maret 2026 pukul 09.00 WIB, kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata dengan tata cara militer.
Prosesi pemakaman dipimpin oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, yang sebelumnya pernah menjabat Sekretaris Jenderal Kemenhan di masa Juwono. Sjafrie mengungkapkan bahwa Juwono adalah sosok inspiratif yang “mendorong dedikasi kami dalam upaya menjaga kedaulatan dan stabilitas bangsa.”
Penghargaan dari Tokoh Nasional Lain
- SBY menilai Juwono sebagai “pemikir cemerlang dalam bidang pertahanan dan hubungan internasional” serta menyebutkan pentingnya menempatkan sipil yang cakap pada posisi Menhan.
- Sjafrie Sjamsoeddin menuliskan di media sosial pada 9 Februari 2025 bahwa Juwono adalah “sosok yang inspiratif” selama masa kerja bersama.
- Mahfud MD menutup kenangannya dengan doa, “Semoga beliau mendapat surga-Nya.”
Warisan Pemikiran
Juwono Sudarsono meninggalkan warisan intelektual yang kuat, terutama dalam menghubungkan kebijakan pertahanan dengan dinamika geopolitik global. Ia dikenal luas karena pendekatan multidisipliner, menggabungkan ilmu politik, ekonomi, dan keamanan untuk merumuskan strategi pertahanan yang adaptif.
Para akademisi dan praktisi pertahanan terus merujuk pada tulisan-tulisan Juwono, baik dalam jurnal ilmiah maupun dalam kajian kebijakan strategis. Kehilangan beliau dipandang sebagai kehilangan besar bagi dunia pertahanan Indonesia, namun semangat reformasi yang ditanamkan tetap hidup melalui generasi penerus.
Secara keseluruhan, kenangan Mahfud MD tentang Juwono Sudarsono menegaskan kembali peran penting seorang sipil dalam memimpin kementerian pertahanan pada masa-masa kritis, serta menyoroti nilai-nilai integritas, kedamaian, dan keilmuan yang menjadi ciri khas sang mantan Menhan.











