Kementerian Ekraf Dorong Kolaborasi Global Lewat B57+ Asia Pacific Chapter

Kementerian Ekraf Dorong Kolaborasi Global Lewat B57+ Asia Pacific Chapter
Kementerian Ekraf Dorong Kolaborasi Global Lewat B57+ Asia Pacific Chapter

Keuangan.id – 23 April 2026 | Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) kembali menggelar inisiatif strategis untuk memperkuat daya saing produk kreatif Indonesia. Melalui program B57+ Asia Pacific Chapter, kementerian menargetkan brand lokal menembus pasar global dengan dukungan jaringan kolaboratif di kawasan Asia‑Pasifik.

Ruang Lingkup Program B57+ Asia Pacific Chapter

Program ini berfokus pada empat pilar utama:

  • Pengembangan produk: Membantu pelaku usaha kreatif meningkatkan kualitas dan inovasi produk.
  • Pemasaran internasional: Menyediakan akses ke platform digital dan pameran dagang di wilayah Asia‑Pasifik.
  • Kolaborasi lintas negara: Memfasilitasi kerja sama antara brand Indonesia dengan mitra asing.
  • Pembiayaan dan pendampingan: Menawarkan skema pembiayaan khusus bagi usaha yang ingin ekspor.

Target Pasar dan Manfaat Bagi Industri Kreatif

Berikut adalah beberapa target pasar utama yang menjadi fokus dalam fase pertama program:

Wilayah Negara Prioritas Potensi Pasar
Asia Timur Jepang, Korea Selatan, Taiwan Produk desain, fashion, dan teknologi kreatif
Asia Tenggara Singapura, Malaysia, Thailand Kerajinan tangan, kuliner, konten digital
Oceania Australia, Selandia Baru Produk berkelanjutan dan eco‑friendly

Dengan memanfaatkan jaringan B57+ Asia Pacific Chapter, brand lokal diharapkan dapat meningkatkan eksposur, memperluas jaringan distribusi, serta mengakses sumber daya teknologi dan pemasaran yang sebelumnya sulit dijangkau.

Selain itu, program ini juga mendukung pemerintah dalam upaya meningkatkan ekspor non‑migas, khususnya di sektor kreatif, yang menjadi kontribusi penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Para pelaku industri kreatif yang berpartisipasi akan mendapatkan pendampingan langsung dari tim ahli kementerian, termasuk pelatihan digital marketing, pengembangan produk, serta strategi masuk pasar (market entry).

Implementasi program dijadwalkan berlangsung selama dua tahun, dengan evaluasi berkala untuk memastikan tercapainya target ekspor dan peningkatan brand awareness secara global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *