Keuangan.id – 06 Mei 2026 | Pada hari ke-15 masa operasional haji 2026, Kementerian Haji dan Umrah RI melaporkan bahwa 89.051 jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan ke Tanah Suci melalui 229 kloter. Di tengah keberangkatan massal tersebut, angka jemaah yang dipulangkan dari embarkasi Solo terus meningkat, dengan 21 orang yang gagal berangkat pada hari ini.
Peningkatan Jumlah Jemaah Dipulangkan dari Solo
Data terbaru menunjukkan bahwa sejak awal pekan ini, total jemaah yang dipulangkan dari embarkasi Solo naik menjadi 1.200 orang, naik sekitar 150 orang dibandingkan dua hari sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh beberapa faktor, antara lain masalah kesehatan, keterlambatan dokumen, dan penyesuaian jadwal penerbangan. Dari total tersebut, 21 orang tercatat gagal berangkat karena tidak memenuhi persyaratan medis atau administrasi pada saat proses boarding.
Petugas PPIH di bandara Solo menegaskan bahwa proses repatriasi dilakukan secara tertib dan didampingi tim medis. Setiap jemaah yang dipulangkan diberikan surat keterangan kesehatan dan diarahkan untuk melanjutkan proses administrasi di kantor Kementerian Haji setempat.
Statistik Keberangkatan Haji 2026 Secara Nasional
Secara keseluruhan, Kementerian Haji mencatat 229 kloter dengan total 89.051 jemaah dan 912 petugas telah berangkat ke Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, 219 kelompok terbang (kloter) dengan 85.039 jemaah telah tiba di Madinah dan menempati akomodasi yang telah disiapkan. Sementara itu, 68 kloter yang berisi 26.037 jemaah dan 272 petugas telah melanjutkan perjalanan ke Makkah untuk melaksanakan umrah wajib.
Setiap kloter dilengkapi dengan bus shalawat, tim medis, dan fasilitas pendukung lainnya, memastikan kelancaran pergerakan jemaah di Tanah Suci. Pemerintah menekankan bahwa proses pemberangkatan, kedatangan, dan pergerakan jemaah berjalan lancar, tertib, dan terus berada dalam pengawasan ketat.
Kondisi Kesehatan Jemaah di Tanah Suci
- 10.746 jemaah menjalani rawat jalan.
- 139 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).
- 208 jemaah dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi, dengan 76 orang masih dalam perawatan intensif.
Petugas kesehatan mengingatkan bahwa suhu di Madinah dan Makkah berkisar antara 37 hingga 39 derajat Celsius, sehingga menjaga kondisi fisik menjadi sangat penting. Jemaah diimbau untuk rutin minum air, istirahat cukup, dan mengikuti anjuran medis.
Upaya Pemerintah Mengatasi Kendala
Untuk mengurangi jumlah jemaah yang harus dipulangkan, Kementerian Haji meningkatkan inspeksi kesehatan sebelum keberangkatan, memperketat verifikasi dokumen, serta menambah jumlah bus shuttle yang menghubungkan bandara dengan hotel penampungan. Di Solo, koordinasi antara otoritas bandara, PPIH, dan rumah sakit setempat dipercepat guna memastikan setiap kasus dapat diselesaikan sebelum jadwal keberangkatan.
Selain itu, 21 orang yang gagal berangkat pada hari ini dijadwalkan kembali pada gelombang berikutnya setelah memenuhi persyaratan yang diperlukan. Pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan semua permasalahan administratif dan medis sehingga tidak ada jemaah yang tertinggal di tanah air.
Dengan total 89.051 jemaah yang telah berangkat, proses haji 2026 masih berada pada jalur yang diharapkan. Namun, peningkatan jumlah Jemaah Haji Solo yang dipulangkan menjadi indikator penting bagi Kementerian untuk terus memantau dan menyesuaikan kebijakan operasional demi kelancaran ibadah haji tahun ini.











