Keuangan.id – 05 Mei 2026 | Gunung Dukono di Pulau Halmahera Utara kembali mengamuk pada pagi hari ini, memuntahkan kolom abu setinggi 1.600 meter dari puncaknya yang berada pada ketinggian 1.787 meter di atas permukaan laut. Letusan yang terjadi sekitar pukul 10.45 WIT ini menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat sekitar serta menambah daftar letusan aktif pada tahun 2026.
Intensitas dan Arah Abu
Menurut pengamatan tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, awan abu yang dikeluarkan berwarna putih hingga keabu-abuan dengan intensitas tebal mengarah ke tenggara. Pada awalnya, kolom abu tercatat mencapai 700 meter, namun dalam hitungan menit ketinggiannya melesat hingga diperkirakan mencapai 1.600 meter. Awan abu ini menghambur ke wilayah penduduk setempat, mengurangi jarak pandang dan menimbulkan masalah pernapasan bagi penduduk yang terpapar.
Data Seismik dan Durasi Letusan
Seismograf merekam getaran dengan amplitudo maksimum 10 milimeter dan durasi 65,69 detik. Selama 24 jam terakhir, sistem pencatat gempa mencatat 87 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo antara 6‑27 milimeter serta 1 gempa tektonik lokal beramplitudo 10 milimeter. Data ini menunjukkan bahwa aktivitas gunung berada pada Level II (Waspada) menurut skala PVMBG.
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Ketinggian Kolom Abu (awal) | 700 m |
| Ketinggian Kolom Abu (puncak) | 1.600 m |
| Amplitudo Maksimum | 10 mm |
| Durasi Gempa | 65,69 detik |
| Jumlah Gempa Letusan (24 jam) | 87 kali |
Peringatan dan Langkah Antisipasi
PVMBG secara resmi mengeluarkan peringatan level Waspada dan menghimbau masyarakat yang berada dalam radius 4 kilometer dari kawah Malupang Warirang untuk tidak melakukan aktivitas di luar, termasuk mendaki atau berwisata. Tim SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah menyiapkan posko evakuasi serta menyalurkan masker dan pelindung pernapasan bagi penduduk yang terpaksa berada di zona terdampak.
- Jarak aman: minimal 4 km dari kawah.
- Larangan: aktivitas outdoor, pendakian, dan penggunaan kendaraan bermotor di zona abu.
- Fasilitas: posko evakuasi, distribusi masker N95, dan pusat informasi bencana.
Sejarah Aktivitas Gunung Dukono
Gunung Dukono tercatat sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia. Sepanjang tahun 2026, MAGMA Indonesia mencatat total 1.803 letusan di seluruh nusantara, dengan Gunung Semeru menempati puncak terbanyak (934 kali). Gunung Dukono sendiri mencatat 92 kali erupsi pada periode yang sama, menegaskan sifatnya yang terus-menerus mengeluarkan material vulkanik.
Letusan kali ini merupakan yang ketiga dalam seminggu terakhir, menandakan pola peningkatan tekanan magma di dalam sistem kawah. Ahli vulkanologi menilai bahwa peningkatan frekuensi letusan dapat berpotensi memicu aliran piroklastik atau lahar bila curah hujan turun dalam beberapa hari ke depan.
Warga setempat menyampaikan keprihatinan atas gangguan aktivitas pertanian dan perikanan yang menjadi sumber mata pencaharian utama. Pihak pemerintah daerah berjanji akan mempercepat proses pemulihan serta memberikan bantuan sosial bagi keluarga yang terdampak.
Dengan status waspada yang masih berlaku, masyarakat diharapkan tetap mengikuti informasi resmi melalui media lokal dan aplikasi PVMBG. Kejadian ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan bencana di wilayah Indonesia yang kaya akan gunung berapi aktif.











