Keuangan.id – 27 April 2026 | Frekuensi perombakan kabinet dalam kurun waktu singkat memberikan dinamika tersendiri bagi pasar modal Indonesia. Setiap kali pemerintah mengumumkan reshuffle, para pelaku pasar cenderung menyesuaikan ekspektasi mereka terhadap kebijakan ekonomi yang akan datang.
Pergerakan IHSG selama reshuffle
Data historis menunjukkan bahwa dalam lima kali reshuffle terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan pada empat kesempatan dan hanya mencatat kenaikan pada satu kesempatan.
| Ke | Tanggal Reshuffle | Perubahan IHSG |
|---|---|---|
| 1 | Juli 2022 | -1,8% |
| 2 | November 2022 | -2,3% |
| 3 | April 2023 | -1,5% |
| 4 | September 2023 | -2,0% |
| 5 | Januari 2024 | +0,9% |
Faktor-faktor yang memengaruhi
- Ketidakpastian kebijakan fiskal dan moneter setelah perombakan kabinet.
- Reaksi pasar terhadap pergantian menteri yang mengawasi sektor penting seperti keuangan, perdagangan, dan energi.
- Sentimen global yang berfluktuasi, terutama pada periode pemilu atau krisis ekonomi internasional.
Secara keseluruhan, pola ini mengindikasikan bahwa pasar modal Indonesia masih sensitif terhadap sinyal politik, terutama ketika perubahan kepemimpinan terjadi secara berulang. Investor disarankan untuk memperhatikan kebijakan yang akan dikeluarkan serta menilai risiko politik secara cermat sebelum mengambil keputusan investasi.











