Keuangan.id – 04 Mei 2026 | Jamkrida Sumbar mengungkap kendala yang dihadapi dalam upaya mengembangkan Produk Penjaminan Baru. Hingga Maret 2026, portofolio penjaminannya masih didominasi oleh kredit dan pembiayaan konsumtif nonproduktif sebesar 66,3%.
Latar Belakang
Sebagai lembaga penjaminan milik pemerintah provinsi Sumatera Barat, Jamkrida berperan penting dalam menyediakan jaminan kredit untuk mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah. Namun, struktur portofolio yang berat pada pembiayaan konsumtif mengurangi ruang gerak untuk produk penjaminan yang lebih produktif.
Kendala Pengembangan Produk Penjaminan Baru
- Dominasi kredit konsumtif: Tingginya persentase pembiayaan konsumtif menyulitkan alokasi sumber daya untuk produk baru yang menargetkan sektor produktif.
- Regulasi yang ketat: Persyaratan modal dan limitasi risiko menambah beban administratif.
- Keterbatasan SDM: Kurangnya tenaga ahli dalam merancang produk inovatif.
- Kesadaran pasar: Pelaku usaha masih belum familiar dengan manfaat penjaminan untuk investasi produktif.
Data Portofolio Penjaminan (Maret 2026)
| Jenis Penjaminan | Persentase |
|---|---|
| Kredit & pembiayaan konsumtif (nonproduktif) | 66,3% |
| Lainnya (produktif) | 33,7% |
Strategi Mengatasi Kendala
Jamkrida berencana meningkatkan kapasitas internal, melakukan sosialisasi produk kepada UMKM, serta berkoordinasi dengan regulator untuk menyesuaikan kebijakan. Fokus utama tetap pada pengembangan Produk Penjaminan Baru yang dapat memperluas cakupan pembiayaan produktif.











