Keuangan.id – 24 April 2026 | Bank Central Asia Tbk (BCA) menegaskan bahwa kinerjanya tetap kuat meski menghadapi ketidakpastian ekonomi dunia. Sebagai bagian dari strategi mitigasi risiko, BCA melakukan Stress Test menyeluruh untuk menilai daya tahan modal, likuiditas, serta operasionalnya.
Stress Test tersebut mencakup skenario-skenario ekstrem, antara lain:
- Penurunan tajam nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
- Kenaikan suku bunga global secara mendadak.
- Penurunan signifikan pada portofolio kredit korporasi.
- Gejolak pasar modal yang mengakibatkan penurunan nilai aset.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa BCA memiliki buffer modal yang cukup dan likuiditas yang memadai untuk menahan guncangan tersebut. Manajemen menilai bahwa profil risiko bank tetap terjaga dan tidak ada kebutuhan untuk menambah modal secara signifikan dalam waktu dekat.
Dengan hasil positif ini, BCA menyatakan optimisme dalam melanjutkan ekspansi layanan digital serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, meski kondisi global masih bergejolak.
