Keuangan.id – 10 Maret 2026 | Ramadan tahun 1447 Hijriah memasuki sepuluh malam terakhir, periode yang paling dinanti umat Islam untuk mencari Lailatul Qadar. Salah satu amalan paling kuat pada masa ini adalah itikaf, ibadah berdiam diri di masjid atau tempat khusus untuk memperbanyak salat, zikir, dan tilawah Al‑Qur’an. Artikel ini merangkum definisi, tata cara, doa, serta perbedaan pandangan ulama tentang apakah itikaf boleh dilakukan di rumah.
Pengertian Itikaf
Secara bahasa Arab, kata “itikaf” berasal dari akar akafa yang berarti menahan diri atau menetap. Dalam konteks syar’i, itikaf berarti berdiam diri di masjid jami’ dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selama itikaf, seorang mu'takif mengisi waktunya dengan salat, membaca Al‑Qur’an, berzikir, dan berdoa secara intensif.
Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Tradisi menekankan pelaksanaan itikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadan karena diyakini malam Lailatul Qadar berada di antara malam-malam tersebut. Namun, syariat tidak membatasi itikaf hanya pada periode ini; ibadah dapat dilakukan kapan saja, namun pahala pada sepuluh malam terakhir jauh lebih besar.
Tempat paling utama adalah masjid, mengikuti contoh Nabi Muhammad SAW yang selalu beritikaf di masjid bersama para sahabatnya. Beberapa mazhab (misalnya Imam Abu Hanifah dan sebagian mazhab Syafi'i) memperbolehkan itikaf di rumah, terutama bila ruangan tersebut dipersiapkan khusus untuk salat dan tidak mengganggu ibadah orang lain.
Rukun dan Tata Cara Itikaf
- Niat: Niat dapat dilafalkan atau cukup dalam hati. Contoh niat: “Nawaitu an a'takifa fi hadzal masjidi ma'dumtu fihi” (Saya berniat itikaf di masjid ini selama saya berada di dalamnya).
- Masuk Masjid: Setelah niat, masuk ke masjid dan menetap di area yang bersih.
- Pengisian Waktu: Selama itikaf, dianjurkan memperbanyak salat wajib, sholat sunnah, tilawah Al‑Qur’an, zikir, dan doa.
- Menjaga Adab: Hindari aktivitas duniawi seperti bermain ponsel, berbincang berlebihan, atau makan berlebih.
- Berakhirnya Itikaf: Itikaf dapat berakhir secara sukarela atau pada saat azan maghrib hari terakhir itikaf.
Pandangan Ulama tentang Itikaf di Rumah
Ulama memiliki pendapat beragam. Imam Abu Hanifah berpendapat itikaf boleh di rumah bagi perempuan, dengan syarat ruangan tersebut layak untuk salat. Imam Syafi'i sebagian mengizinkan itikaf di rumah bagi laki‑laki, mengaitkan hal ini dengan keutamaan salat sunnah yang dapat dilakukan di rumah. Di sisi lain, mazhab lain menegaskan bahwa itikaf sah hanya di masjid, merujuk pada praktik Rasulullah SAW dan istri‑istri beliau yang selalu beritikaf di masjid.
Penelitian kontemporer di NU Online dan Popmama menyoroti bahwa fleksibilitas itikaf di rumah terutama relevan bagi perempuan yang memiliki keterbatasan akses ke masjid pada waktu tertentu.
Doa dan Niat yang Dianjurkan
Selain niat, terdapat beberapa doa khusus yang dianjurkan selama itikaf, antara lain:
- Doa Lailatul Qadar: “Allahumma innaka ‘afuwwun kariim tuhibbul-‘afwa fa‘fu ‘anni” (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf, Maha Mulia, cintakan pemaafan, maka maafkanlah aku).
- Doa Sapu Jagat: doa yang dirumuskan Nabi Muhammad SAW untuk memohon keselamatan seluruh alam.
Kumpulan doa tersebut dapat ditemukan dalam kitab Tuhfatul Muhtaj, Nihayatul Muhtaj, dan Al‑Majmu karya Imam An‑Nawawi.
Manfaat Spiritual Itikaf
Itikaf memberikan kesempatan bagi umat untuk melepaskan diri dari hiruk‑pikuk dunia, meningkatkan konsentrasi ibadah, serta memperdalam keimanan. Dengan menghabiskan waktu secara intensif dalam ibadah, seorang mu'takif dapat merasakan kedekatan spiritual yang lebih kuat, memperbaiki kualitas doa, dan meningkatkan kesadaran akan nilai malam Lailatul Qadar yang “lebih baik dari seribu bulan”.
Praktik itikaf juga berdampak positif pada psikologis, karena memberikan ruang refleksi diri, mengurangi stres, dan menumbuhkan rasa syukur.
Kesimpulannya, itikaf tetap menjadi ibadah yang sangat dianjurkan pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Baik dilakukan di masjid maupun, bagi sebagian ulama, di rumah yang telah dipersiapkan khusus, tujuan utama tetap sama: mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak amal, dan memohon ampunan pada malam yang penuh berkah.









