Keuangan.id – 15 Mei 2026 | Para pejabat militer Israel dan Amerika Serikat (AS) dikabarkan mengadakan pembicaraan mengenai kemungkinan skenario untuk aksi militer baru terhadap Iran.
Menurut lembaga penyiaran publik Israel KAN, para pejabat militer senior Israel dan perwakilan dari Komando Pusat AS (CENTCOM) membahas kemungkinan dimulainya kembali operasi terhadap Iran bersama dengan opsi AS lainnya.
Termasuk memperketat blokade maritim di Selat Hormuz sebagai bagian dari apa yang disebut “Proyek Kebebasan”.
Minat Israel untuk Melanjutkan Aksi Militer
Menurut laporan itu, Israel menyampaikan pesan kepada Washington yang menyatakan minatnya untuk melanjutkan aksi militer, dengan alasan bahwa perang dengan Iran telah berakhir “lebih cepat dari seharusnya”.
Stasiun televisi KAN juga mengeklaim salah satu skenario yang dibahas melibatkan serangan terbatas AS terhadap fasilitas bahan bakar dan energi Iran.
Tujuannya untuk menekan Teheran agar kembali ke meja perundingan dan meninggalkan program nuklirnya.
Pembalasan Iran dan Persiapan Israel
Laporan itu menambahkan Israel telah bersiap menghadapi kemungkinan pembalasan Iran, termasuk serangan rudal baru ke wilayah Israel jika pertempuran berlanjut.
Para pejabat Israel yang dikutip oleh stasiun televisi tersebut mengatakan Presiden AS Donald Trump menghadapi dua pilihan utama.
Apakah melanjutkan aksi militer, sebuah jalan yang didukung oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, atau memperketat blokade maritim di Selat Hormuz.
Sebelumnya pada hari Kamis, menurut sumber yang sama, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan, “kami siap menghadapi kemungkinan bahwa kami mungkin segera diminta untuk bertindak lagi di Iran”.
Kesimpulan
Dengan demikian, situasi di Timur Tengah tetap tidak stabil dan penuh ketegangan, terutama antara Israel dan Iran.
Kedua negara tersebut terus bersiap untuk menghadapi kemungkinan konflik yang lebih besar.











