Keuangan.id – 19 April 2026 | Iran kembali menutup Selat Hormuz, jalur laut strategis yang mengalirkan sekitar 20% produksi minyak dunia. Penutupan ini terjadi setelah ketegangan regional meningkat, menambah kekhawatiran tentang stabilitas pasokan energi global.
Dampak terhadap pasar minyak
Penutupan Selat Hormuz biasanya memicu lonjakan harga minyak mentah. Pada hari penutupan sebelumnya, Brent naik sekitar 4% dan harga minyak mentah Arab Light meningkat hampir 5%.
- Pasokan minyak global turun diperkirakan 1,5 juta barel per hari.
- Harga energi terbang naik, memengaruhi biaya transportasi dan produksi barang.
- Negara-negara importir minyak, terutama di Asia, menghadapi risiko kekurangan pasokan.
Reaksi internasional
Berbagai negara mengeluarkan pernyataan keprihatinan. Amerika Serikat menegaskan komitmen untuk menjaga kebebasan navigasi, sementara Uni Eropa menyerukan dialog diplomatik untuk mengurangi ketegangan.
Langkah Iran
Proyeksi ke depan
Para analis memperkirakan bahwa jika penutupan berlanjut lebih dari beberapa hari, volatilitas harga minyak dapat mencapai level tertinggi dalam satu dekade. Namun, sejarah menunjukkan bahwa Selat Hormuz biasanya dibuka kembali setelah negosiasi intensif.
Situasi ini menegaskan pentingnya diversifikasi sumber energi dan peningkatan cadangan strategis bagi negara-negara konsumen energi.











