Keuangan.id – 04 Mei 2026 | Investasi EV di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang menjanjikan, namun realisasinya masih dihadapkan pada sejumlah kendala struktural. Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan insentif, namun ekosistem industri mobil listrik belum sepenuhnya matang.
Tantangan Utama
- Kurangnya sumber daya manusia (SDM) berkompetensi dalam bidang desain, produksi, dan pemeliharaan kendaraan listrik.
- Ekosistem pengisian daya yang masih terbatas, dengan jaringan stasiun pengisian yang belum merata di seluruh wilayah.
- Risiko investasi tinggi akibat ketidakpastian regulasi dan fluktuasi biaya baterai.
Data Pendukung
| Faktor | Indikator | Status 2024 |
|---|---|---|
| Jumlah tenaga kerja terlatih | Orang | ≈ 12.000 (masih kurang) |
| Stasiun pengisian publik | Lokasi | ≈ 350 unit, terpusat di kota besar |
| Investasi asing | USD | USD 1,2 miliar |
Untuk mengatasi hambatan tersebut, pelaku industri perlu berkolaborasi dengan institusi pendidikan guna meningkatkan kurikulum yang relevan, serta mempercepat pembangunan infrastruktur pengisian daya. Pemerintah juga diharapkan menyederhanakan perizinan dan memberikan jaminan fiskal yang lebih jelas.
Jika tantangan ini berhasil diatasi, prospek pasar mobil listrik di Indonesia dapat tumbuh secara eksponensial, membuka lapangan kerja baru, serta mendukung agenda dekarbonisasi nasional.











