Keuangan.id – 13 Mei 2026 | Pemerintah Lebanon telah meminta Amerika Serikat untuk membujuk Israel agar segera menghentikan serangan ke wilayahnya, terutama ke Lebanon selatan. Permintaan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Lebanon, Joseph Aoun.
Aoun menekankan perlunya tekanan pada Israel untuk menghentikan penembakan dan operasi militer serta penghancuran dan perataan rumah dengan buldoser. Serangan dilakukan karena Israel ingin membasmi pasukan Hizbullah yang ada di wilayah tersebut.
Serangan terbaru Israel ke Lebanon selatan terjadi pada Senin (11/5/2026) dan menewaskan empat orang dan melukai delapan lainnya. Dari delapan orang yang terluka, dua di antaranya merupakan petugas medis.
Sebagai informasi, Israel dan Lebanon sudah menyepakati gencatan senjata sejak 16 April lalu. Saat itu, Israel dan Lebanon yang dimediasi AS akhirnya menyepakati gencatan senjata selama sepuluh hari. Gencatan senjata Israel dan Lebanon kini juga sudah diperpanjang selama tiga pekan.
Kesepakatan ini diraih usai Israel dan Lebanon melakukan negosiasi langsung di Washington D.C., AS, pada 24 April lalu. Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon akan diperpanjang selama tiga minggu, tulis Presiden AS, Donald Trump, di Truth Social.
Agar gencatan senjata berubah menjadi perdamaian jangka panjang, Israel dan Lebanon akan melakukan negosiasi tahap ketiga di AS. Negosiasi itu dikabarkan akan dihelat pada pekan ini.
Hizbullah telah menggunakan drone kamikaze First Person View (FPV) yang murah dan mudah dirakit untuk menghantam Israel pada 2 Maret. Setidaknya dua serangan drone FPV mematikan terhadap Hizbullah pada April.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui bahwa drone yang diluncurkan Hizbullah merupakan masalah. Militer Israel melaporkan hampir setiap hari terjadi serangan drone berisi bahan peledak terhadap pasukannya di Lebanon selatan.
Tentara Israel yang telah menyerbu Lebanon Selatan dalam konflik saat ini justru menjadi “peluang, bukan ancaman,” karena mereka lebih mudah menjadi sasaran, ujar kepala hubungan media Hizbullah, Youssef el-Zein.
Indonesia telah mendukung gencatan senjata antara Lebanon dan Israel dan berharap kedua negara dapat mencapai kesepakatan damai permanen.
