Keuangan.id – 22 April 2026 | Tim beregu putra Indonesia tiba di Horsens, Denmark, sebagai tuan rumah Thomas Cup 2026 dengan keyakinan tinggi. Badan Badminton Dunia (BWF) menilai skuad Merah Putih memiliki kedalaman talenta yang membuat negara‑negara pesaing merasa iri. Kombinasi pemain senior berpengalaman dan generasi muda yang sedang naik daun menjadi modal utama untuk menembus puncak.
Kedalaman Skuad yang Diakui BWF
BWF menyoroti tiga poin penting: pertama, keberadaan pemain tunggal muda berpotensi seperti Alwi Farhan dan Mohammad Zaki “Ubed” Ubaidillah; kedua, pasangan ganda putra berperingkat Top‑10 dunia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (peringkat 3) serta Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani (peringkat 9); ketiga, formasi ganda campuran baru yang menarik, yakni Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, yang dipadukan dengan energi generasi muda.
Strategi Kombinasi Senior‑Junior
Di sektor tunggal, pengalaman Jonatan Christie dan Anthony Ginting tetap menjadi tulang punggung. Namun, BWF menilai peran Ginting akan beralih dari tunggal pertama ke posisi yang lebih fleksibel, memberi ruang bagi pemain muda seperti Alwi Farhan dan Ubed untuk menambah dinamika. Kombinasi ini diharapkan menghasilkan duel‑duel sengit melawan lawan‑lawannya.
Ganda Putra yang Siap Menggebrak
Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri terus menorehkan prestasi di level dunia, sementara Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani menunjukkan konsistensi tinggi. Kedua duo ini akan bekerja sama dengan pasangan baru Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, yang dianggap sebagai “senjata rahasia” karena kecepatan dan kreativitas permainan mereka.
Grup D: Tantangan Langsung
Hasil undian menempatkan Indonesia di Grup D bersama Thailand, Prancis, dan Aljazair. BWF menyoroti potensi duel krusial antara Indonesia dan Prancis pada hari Selasa, 28 April 2026. Laga pertama akan mempertemukan Jonatan Christie melawan Christo Popov, pemain Prancis yang baru saja menyapa Christie usai India Open 2026. Pertarungan berikutnya menampilkan Alwi Farhan melawan Alex Lanier, rival seangkatan sejak level junior. Sementara itu, Zaki Ubaidillah atau Anthony Ginting akan berhadapan dengan Toma Junior Popov, menambah bumbu persaingan.
Rival Korea: Underdog yang Tak Boleh Diremehkan
Meski fokus utama Indonesia berada di grup D, BWF mengingatkan bahwa Korea Selatan tetap menjadi lawan yang harus diwaspadai. Kedalaman skuad Korea, khususnya pada sektor ganda, mampu mengguncang harapan tim mana pun. Indonesia diharapkan memanfaatkan kombinasi pengalaman dan semangat muda untuk mengatasi ancaman tersebut.
Persiapan Mental dan Dukungan Publik
Selain taktik di lapangan, dukungan mental dari suporter menjadi faktor kunci. Meskipun penonton berada jauh, streaming resmi melalui Vidio memungkinkan ribuan fans menyaksikan setiap reli, memberikan dorongan moral bagi para atlet. BWF menegaskan bahwa atmosfer kompetisi yang mendukung dapat meningkatkan performa pemain muda yang masih mengasah ketajaman mental.
Harapan dan Target
Dengan skuad yang dipenuhi talenta, harapan publik Indonesia tidak sekadar menembus semifinal, melainkan mengangkat kembali trofi Thomas Cup. Kombinasi pemain senior yang berpengalaman, energi generasi muda, serta pasangan ganda yang berperingkat tinggi memberikan kepercayaan bahwa Indonesia dapat menantang raksasa bulu tangkis seperti China, Jepang, dan Denmark.
Kesimpulannya, kedalaman skuad yang diakui BWF menempatkan Indonesia pada posisi strategis untuk menulis sejarah baru di Thomas Cup 2026. Jika sinergi antara senior dan junior berjalan optimal, rival‑rival kuat di grup D maupun di babak selanjutnya dapat terkesan tak mampu menandingi semangat Merah Putih.











