Keuangan.id – 02 April 2026 | Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) baru-baru ini merilis hasil studi yang menyoroti potensi penghematan signifikan bila Indonesia beralih dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Menurut analisis, PLTS dapat mengurangi beban biaya operasional nasional hingga Rp67 triliun per tahun dibandingkan dengan PLTD.
Penghematan ini berasal dari dua faktor utama. Pertama, PLTS tidak memerlukan bahan bakar fosil sehingga biaya pembelian bahan bakar diesel yang fluktuatif dapat dihilangkan. Kedua, biaya pemeliharaan PLTS jauh lebih rendah karena komponen bergerak yang minim.
Berikut perbandingan ringkas antara PLTS dan PLTD:
| Parameter | PLTS | PLTD |
|---|---|---|
| Biaya Operasional Tahunan | Rp1,2 triliun | Rp68,2 triliun |
| Emisi CO₂ (ton) | 0 | ≈4,5 juta |
| Ketergantungan Bahan Bakar | Energi Matahari | Solar Diesel |
Dengan selisih biaya operasional sekitar Rp67 triliun, pemerintah dapat mengalokasikan dana tersebut untuk memperkuat jaringan distribusi listrik, meningkatkan akses energi di daerah terpencil, atau menurunkan subsidi energi yang selama ini menjadi beban fiskal.
IEEFA juga menekankan bahwa transisi ke PLTS sejalan dengan komitmen Indonesia dalam agenda energi bersih dan target net-zero pada 2060. Selain mengurangi beban subsidi, PLTS membantu menurunkan emisi gas rumah kaca, meningkatkan kualitas udara, dan membuka peluang investasi di sektor energi terbarukan.
Untuk mewujudkan potensi ini, IEEFA merekomendasikan beberapa langkah kebijakan, antara lain:
- Percepatan perizinan proyek PLTS, khususnya di wilayah terpencil.
- Peningkatan insentif fiskal seperti pembebasan pajak impor komponen PV.
- Pengembangan mekanisme pembiayaan inovatif, misalnya green bonds.
- Penguatan kapasitas teknis lembaga pemerintah dan BUMN dalam operasi PLTS.
Jika langkah‑langkah tersebut diimplementasikan secara terkoordinasi, Indonesia tidak hanya dapat menghemat Rp67 triliun per tahun, tetapi juga mempercepat transformasi sistem energi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.











