Keuangan.id – 12 April 2026 | Indonesian Business Council (IBC) menegaskan bahwa stabilitas ekonomi tetap menjadi fondasi utama dalam pembangunan nasional. Dalam pernyataannya, IBC memperingatkan potensi dampak negatif yang dapat timbul akibat revisi DHE (Domestic Health Expenditure) yang sedang dibahas oleh pemerintah.
Revisi DHE diproyeksikan akan mengubah alokasi anggaran kesehatan domestik, yang dapat memengaruhi sektor‑sektor lain yang bergantung pada kebijakan fiskal yang stabil. IBC mengidentifikasi beberapa risiko utama:
- Peningkatan beban fiskal pada pemerintah daerah yang dapat mengurangi ruang manuver untuk investasi infrastruktur.
- Ketidakpastian bagi investor asing dan domestik karena perubahan kebijakan dapat memengaruhi proyeksi profitabilitas.
- Penurunan daya beli masyarakat jika biaya layanan kesehatan naik tanpa adanya penyesuaian pendapatan.
- Gangguan pada program pembangunan yang telah direncanakan, mengingat sebagian besar proyek memerlukan dukungan keuangan yang stabil.
Untuk mengantisipasi dampak tersebut, IBC mengusulkan beberapa langkah mitigasi:
- Mengadakan dialog intensif antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga keuangan untuk menyelaraskan kebijakan fiskal.
- Mengoptimalkan efisiensi belanja kesehatan melalui audit dan transparansi anggaran.
- Menjaga konsistensi kebijakan makroekonomi yang mendukung iklim investasi.
- Memberikan insentif bagi sektor yang terdampak agar tetap berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.
IBC menekankan pentingnya pendekatan yang seimbang, di mana upaya meningkatkan layanan kesehatan tidak mengorbankan stabilitas ekonomi secara keseluruhan. Dengan koordinasi yang baik, revisi DHE dapat dilaksanakan tanpa menimbulkan goncangan signifikan pada perekonomian nasional.











