Keuangan.id – 23 April 2026 | Honest Financial menilai bahwa prospek kartu kredit non-bank di Indonesia masih sangat menjanjikan meskipun persaingan di sektor layanan pembiayaan digital semakin ketat.
Faktor Pendukung Pertumbuhan
- Ekspansi ekosistem fintech yang menyediakan platform aplikasi mudah bagi konsumen.
- Kebijakan regulator yang semakin terbuka bagi penerbit non-bank, termasuk persyaratan modal yang fleksibel.
- Kebutuhan konsumen akan produk kredit yang cepat, tanpa prosedur yang rumit.
Data Pasar Terkini
| Tahun | Volume Kartu Kredit Non-Bank (juta unit) |
|---|---|
| 2022 | 1,2 |
| 2023 | 1,8 |
| 2024 (perkiraan) | 2,5 |
Namun, tantangan tetap ada, antara lain risiko kredit macet yang lebih tinggi pada segmen konsumen dengan profil risiko menengah ke bawah, serta persaingan ketat dari bank tradisional yang mulai meluncurkan produk digital serupa.
Honest Financial menekankan pentingnya inovasi dalam penilaian kredit, penggunaan data alternatif, serta penawaran program loyalitas yang menarik untuk mempertahankan basis pengguna.
Dengan strategi yang tepat, prospek kartu kredit non-bank diperkirakan akan terus meluas, membuka peluang baru bagi pemain fintech serta meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.











