Berita  

Halal Bihalal: Dari Silaturahmi Alumni hingga Strategi Bisnis, Momentum Lebaran yang Mengubah Wajah Komunitas di Nagan Raya dan Banjarmasin

Halal Bihalal: Dari Silaturahmi Alumni hingga Strategi Bisnis, Momentum Lebaran yang Mengubah Wajah Komunitas di Nagan Raya dan Banjarmasin
Halal Bihalal: Dari Silaturahmi Alumni hingga Strategi Bisnis, Momentum Lebaran yang Mengubah Wajah Komunitas di Nagan Raya dan Banjarmasin

Keuangan.id – 30 Maret 2026 | Ritual halal bihalal kembali menjadi sorotan utama di dua wilayah Indonesia pada akhir Maret 2026. Lebih dari sekadar tradisi tahunan, kegiatan ini menyatukan alumni, pengusaha, dan tokoh masyarakat dalam rangka memperkuat jaringan sosial, menegaskan nilai religius, serta membuka peluang strategis bagi perkembangan ekonomi lokal.

Silaturahmi Alumni di Nagan Raya

Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kabupaten Nagan Raya menggelar halal bihalal di sebuah warung kopi pada 30 Maret 2026. Acara yang dihadiri oleh pengurus, anggota presidium, serta alumni HMI yang berdomisili di daerah tersebut, mengusung tema “Memperkuat silaturahmi, mendorong peran strategis MD KAHMI untuk umat dan bangsa.”

Koordinator Presidium, Dr. Said Syahrul Rahmad, S.H., M.H., menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar ritual, melainkan momentum konsolidasi organisasi. Ia menyatakan bahwa melalui halal bihalal, KAHMI dapat menyatukan visi untuk menggerakkan program keumatan dan kebangsaan secara lebih terstruktur. Diskusi ringan tentang isu-isu daerah, termasuk kontribusi alumni dalam pembangunan Nagan Raya, menghasilkan kesepakatan agar KAHMI menjadi mitra strategis pemerintah setempat.

Kehadiran Kepala Kejaksaan Negeri Suka Makmue, Kanda Arwin Adinata, S.H., M.H., menambah bobot acara. Sebagai alumni HMI, ia menegaskan pentingnya peran alumni di sektor penegakan hukum dan menekankan perlunya struktur kepengurusan definitif untuk mempercepat pelantikan pengurus baru.

Strategi Bisnis di Banjarmasin

Di Banjarmasin, komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) menyelenggarakan halal bihalal pada 27 Maret 2026 di Chatbox Cafe. Ketua TDA, Arif Rahman, memanfaatkan momentum Idul Fitri 1447 Hijriah untuk mempererat silaturahmi antaranggota sekaligus menciptakan ruang kolaborasi bisnis.

Acara dimulai dengan sambutan ketua, dilanjutkan sesi perkenalan singkat masing‑masing anggota, dan berujung pada sharing bisnis yang intens. Iwan, seorang pengusaha farmasi ternama, menyoroti pentingnya sistem bisnis yang dapat beroperasi secara “autopilot” sehingga pemilik usaha dapat fokus pada ekspansi. Topik yang dibahas meliputi pengembangan usaha, strategi digital marketing, pemanfaatan media sosial untuk meningkatkan penjualan, serta langkah menjadi investor.

Para peserta menilai sesi tersebut sangat aplikatif, terutama bagi usaha mikro‑kecil yang tengah berjuang menembus pasar digital. Arif Rahman menutup acara dengan ucapan minal aidin wal faizin, sekaligus memaparkan program kerja tiga bulan ke depan yang mencakup pelatihan digital, jaringan pemasok regional, dan pendirian forum bisnis bulanan.

Makna Religi dan Keutamaan Halal Bihalal

Di luar aspek sosial dan ekonomi, halal bihalal memiliki kedalaman teologis yang diungkapkan oleh ulama. KH Ahmad Chuvav Ibriy, penasehat LBM PCNU Kabupaten Gresik, menegaskan bahwa tradisi ini berakar pada perintah Al‑Qur’an untuk segera meraih ampunan Allah, sebagaimana tercantum dalam QS. Ali ‘Imran ayat 133‑134. Menurutnya, mengucapkan “mohon maaf lahir batin” harus diiringi dengan penyelesaian nyata atas konflik yang masih menggantung, bukan sekadar formalitas.

KH Chuvav menambahkan tiga keutamaan utama: (1) mempercepat meraih ampunan Allah, (2) menyelesaikan dosa sosial kepada sesama, dan (3) menghindari “kebangkrutan” akhirat dengan melunasi utang moral sebelum meninggal. Pandangan ini menyoroti pentingnya integritas dalam praktik halal bihalal, agar tidak berakhir menjadi ritual kosong.

Tantangan dan Harapan Kedepan

Baik di Nagan Raya maupun Banjarmasin, tantangan utama tetap pada implementasi kesepakatan yang dihasilkan selama pertemuan. Di Nagan Raya, kecepatan pelantikan pengurus baru menjadi kunci untuk menggerakkan program keumatan dan kebangsaan. Sementara di Banjarmasin, kemampuan anggota untuk mengadopsi teknologi digital dan mengoptimalkan jaringan pemasaran masih memerlukan dukungan pelatihan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, halal bihalal tahun 2026 menunjukkan evolusi tradisi Lebaran menjadi platform strategis yang menghubungkan nilai religius, sosial, dan ekonomi. Dengan semangat persaudaraan yang kuat, diharapkan momentum ini dapat terus memperkuat kohesi komunitas, menginspirasi kolaborasi lintas sektor, serta menghasilkan dampak nyata bagi pembangunan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *