Keuangan.id – 24 April 2026 | Vietnam menjuarai Piala AFF U-17 2026 setelah mengalahkan Malaysia 3-0 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jumat 24 April 2026. Laga final disaksikan ribuan suporter dan dipimpin wasit asal Indonesia, Fariruski Naufal Adiya.
Dominasi Vietnam di Babak Pertama
Tim Vietnam membuka skor pada menit ke‑10 lewat tendangan pojok yang dimanfaatkan Quy Vuong Dao (no.6). Gol pertama memberi kepercayaan diri bagi skuad The Golden Star muda yang terus menekan pertahanan Malaysia dengan pola permainan melebar yang dikomandoi Manh Cuong Nguyen.
Pada menit ke‑45+4, Van Duong Nguyen menggandakan keunggulan setelah memanfaatkan umpan terobosan dari Nguyen Luc. Gol ketiga tercipta pada menit ke‑56, kembali dicetak Van Duong Nguyen, mengukuhkan kemenangan 3-0.
Skor tersebut bertahan hingga peluit akhir, menjadikan Vietnam juara keempat Piala AFF U-17 dengan koleksi empat trofi, posisi sebagai tim paling sukses di sejarah turnamen. Gelar ini menambah daftar kemenangan Vietnam pada 2012, 2016, dan 2022.
Malaysian Harimau Malaya Tersingkir Tanpa Balas
Malaysia menurunkan skuad berisi Adam Nurfakrullah, Adam Muqri (kapten), dan rekan‑rekan lainnya, namun tidak mampu menembus pertahanan Vietnam yang disiplin. Satu‑satunya peluang Malaysia datang pada menit ke‑24 ketika Yusuf menembak, namun kiper Vietnam Xuan Hoa menyelamatkan gawang.
Setelah kekalahan tersebut, pelatih Malaysia menilai perlunya evaluasi taktik, khususnya dalam menghadapi tim yang mengandalkan serangan lebar dan pressing tinggi. Ia menekankan pentingnya memperbaiki transisi cepat serta meningkatkan ketajaman di area pertahanan.
Indonesia Bergulat dengan Krisis Mental
Sementara itu, Timnas Indonesia U‑17 mengalami kegagalan pertama kali tidak lolos ke semifinal Piala AFF U-17 2026. Tim yang dipimpin oleh Kurniawan Dwi Yulianto mengakhiri fase grup di urutan ketiga Grup A dengan empat poin, di belakang Vietnam (7 poin) dan Malaysia (6 poin).
Kurniawan mengakui kondisi mental para pemain “sangat down” setelah kegagalan di fase grup. Ia menambahkan bahwa tim pelatih segera melakukan intervensi psikologis, mengoptimalkan istirahat, dan memperbaiki taktik menjelang Piala Asia U‑17 2026 yang akan digelar di Arab Saudi pada 5‑22 Mei.
Menurut pelatih, masalah utama tim Indonesia terletak pada finishing yang kurang tajam dan kurangnya fighting spirit ketika tertinggal. Ia menekankan pentingnya kesabaran melawan low‑block lawan dan peningkatan kepercayaan diri pemain. Selama jeda kompetisi, tim pendukung bekerja intens dengan psikolog untuk mengembalikan motivasi dan rasa percaya diri Garuda Muda.
Prospek dan Tantangan Kedepan
Vietnam kini menatap ajang Piala Asia U‑17 dengan target lebih tinggi, mengingat performa impresif di Piala AFF U‑17. Sementara Malaysia berupaya bangkit dengan mengkaji kembali strategi pertahanan dan transisi.
Indonesia, di sisi lain, harus memulihkan mentalitas pemain sebelum melaju ke turnamen Asia. Kolaborasi antara ofisial, psikolog, dan staf teknis diharapkan dapat mengembalikan semangat Garuda Muda. Persiapan intensif mencakup sesi taktik melawan formasi low‑block, simulasi situasi tekanan, serta latihan penyelesaian akhir yang lebih fokus.
Berikut rangkuman hasil akhir:
| Tim | Skor |
|---|---|
| Vietnam | 3 |
| Malaysia | 0 |











