Gubernur Dedi Mulyadi Klaim Pulau Sumatera Jadi Pelopor WFA ASN: “Kami Sudah Duluan” – Wamendagri Pakai Mobil Listrik di Sidak WFH Lampung

Gubernur Dedi Mulyadi Klaim Pulau Sumatera Jadi Pelopor WFA ASN: "Kami Sudah Duluan" – Wamendagri Pakai Mobil Listrik di Sidak WFH Lampung
Gubernur Dedi Mulyadi Klaim Pulau Sumatera Jadi Pelopor WFA ASN: "Kami Sudah Duluan" – Wamendagri Pakai Mobil Listrik di Sidak WFH Lampung

Keuangan.id – 10 April 2026 | Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menegaskan komitmen provinsi dalam mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) melalui penerapan Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam konferensi pers yang digelar di Bandung, sang gubernur menyatakan, "Kami sudah duluan" dalam upaya mengoptimalkan produktivitas sekaligus menekan penggunaan BBM.

Sidang Pemeriksaan Mendadak di Bandar Lampung

Pada Jumat, 10 April 2026, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pemerintah Kota Bandar Lampung. Kunjungan ini bertepatan dengan hari pertama pelaksanaan kebijakan Work From Home (WFH) bagi ASN di wilayah tersebut.

Yang menjadi sorotan utama adalah pilihan transportasi rombongan Wamendagri. Alih‑alih menggunakan mobil berbahan bakar bensin, mereka mengendarai mobil listrik. Langkah ini dipandang sebagai demonstrasi konkret upaya penghematan BBM sekaligus dukungan terhadap transisi energi bersih.

Rangkaian Kegiatan Sidak

Rombongan yang dipimpin oleh Akhmad Wiyagus bersama Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, serta sejumlah pejabat daerah mengunjungi beberapa titik layanan publik, antara lain:

  • Mal Pelayanan Publik (MPP)
  • Rumah Sakit Umum Daerah Dr. A. Dadi Tjokrodipo
  • Kantor Camat Tanjungkarang Pusat
  • Dinas Pemadam Kebakaran
  • Kantor Kelurahan Kupang Teba

Selama kunjungan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandar Lampung, Rizky Agung Ariesantho, menjelaskan bahwa sidak dilakukan secara tiba‑tiba tanpa pemberitahuan sebelumnya. Ia menambahkan, penggunaan mobil listrik oleh rombongan bukan sekadar simbolis, melainkan bagian dari kebijakan internal kementerian untuk mengurangi jejak karbon.

Implikasi Kebijakan WFA dan Penggunaan Mobil Listrik

Penggabungan dua inisiatif – WFA bagi ASN dan transisi ke kendaraan listrik – menghasilkan sinergi yang signifikan dalam mengurangi konsumsi BBM. Menurut data internal Kementerian Dalam Negeri, rata‑rata konsumsi BBM kendaraan operasional kementerian pada tahun 2025 mencapai 1,2 juta liter per bulan. Proyeksi penurunan konsumsi hingga 15‑20% dapat tercapai bila 30% rombongan pejabat secara rutin beralih ke kendaraan listrik.

Gubernur Dedi Mulyadi menilai langkah serupa dapat diadopsi di tingkat provinsi. Ia menuturkan, "Jika gubernur dan wali kota dapat mempraktikkan WFA serta menggunakan mobil listrik dalam kunjungan kerja, dampaknya akan terasa pada penghematan anggaran daerah dan penurunan emisi CO2." Pernyataan ini selaras dengan target pemerintah pusat untuk menurunkan emisi nasional sebesar 29% pada tahun 2030.

Respon Masyarakat dan Pegawai ASN

Reaksi positif muncul dari kalangan ASN yang menyambut fleksibilitas kerja dari rumah. Sebagian besar mengaku dapat meningkatkan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, sekaligus mengurangi biaya transportasi harian. Di sisi lain, masyarakat umum di Bandar Lampung menyatakan apresiasi atas upaya pemerintah kota yang tetap menjaga layanan publik meski sebagian pegawai bekerja dari rumah.

Namun, tantangan tetap ada. Infrastruktur pengisian daya listrik di beberapa daerah masih terbatas, sehingga adopsi kendaraan listrik memerlukan investasi tambahan. Pemerintah daerah setempat telah berkomitmen untuk memperluas jaringan stasiun pengisian cepat (fast‑charging) dalam lima tahun ke depan.

Secara keseluruhan, kombinasi kebijakan WFA ASN dan penggunaan mobil listrik dalam operasional pemerintahan menunjukkan potensi penghematan BBM yang signifikan serta kontribusi terhadap agenda perubahan iklim. Jika diimplementasikan secara konsisten, model ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

Dengan menegaskan bahwa "Kami sudah duluan", Gubernur Dedi Mulyadi menantang provinsi lain untuk mengikuti jejaknya, menjadikan Indonesia lebih hijau dan efisien dalam penggunaan energi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *