Keuangan.id – 22 Mei 2026 | Geng motor menjadi salah satu ancaman serius bagi masyarakat. Kasus-kasus pembunuhan dan penyerangan yang melibatkan geng motor semakin marak akhir-akhir ini.
Baru-baru ini, seorang anggota geng motor bernama Ragil Jawara (18) dituntut 20 tahun penjara atas kasus pembunuhan berencana di Medan. Ragil didakwa telah membunuh seorang pencari pakan ternak bernama David Martua Nainggolan (20) pada tanggal 13 Oktober 2025.
Kasus Pembunuhan di Medan
Kasus pembunuhan ini bermula ketika Ragil dan teman-temannya dari geng motor Tongkrongan Gejora Medan (TGM) berkumpul untuk melakukan tawuran dengan kelompok lain. Mereka membawa senjata tajam dan bergerak ke Jalan Padang, Medan Tembung, untuk mendatangi lawan mereka.
Saat tiba di lokasi, Ragil melihat korban berdiri seorang diri di dekat becak barang. Ragil kemudian membacok perut kiri korban dengan senjata tajam jenis cocor bebek. Korban sempat berlari ke arah rel kereta api, namun akhirnya meninggal dunia.
Kasus Penyerangan di Pasar Rebo
Di Jakarta, seorang remaja berinisial FK (18) menjadi korban penyerangan oleh geng motor di Jalan Telaga, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Korban dibacok dengan celurit dan mengalami luka serius di bagian kepala.
Kejadian ini terjadi pada dini hari, sekitar pukul 04.30 WIB, ketika korban bersama teman-temannya berjalan menuju area parkir sepeda motor. Tiba-tiba, sekelompok pemuda datang sambil membawa senjata tajam dan melakukan penyerangan secara membabi buta.
Kasus Pembunuhan di Jogja
Di Yogyakarta, seorang pelajar berinisial AA (18) menjadi korban pembunuhan oleh geng motor di dekat SMAN 3 Jogja. Kasus ini masih dalam penyelidikan, namun polisi telah menangkap beberapa pelaku dan sedang memburu pelaku lainnya.
Kasus-kasus ini menunjukkan bahwa geng motor menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Mereka melakukan kekerasan dan pembunuhan tanpa ragu-ragu, dan seringkali melibatkan senjata tajam.
Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengatasi masalah geng motor ini. Pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk mengembangkan program-program pencegahan kekerasan dan pembinaan karakter bagi remaja.
Dengan demikian, diharapkan kasus-kasus kekerasan dan pembunuhan yang melibatkan geng motor dapat berkurang, dan masyarakat dapat hidup dengan lebih aman dan nyaman.











