Berita  

Gempa M5.8 Guncang Manado, Ribuan Warga Mengungsi, Kerusakan Luas

Gempa M5.8 Guncang Manado, Ribuan Warga Mengungsi, Kerusakan Luas
Gempa M5.8 Guncang Manado, Ribuan Warga Mengungsi, Kerusakan Luas

Keuangan.id – 15 April 2026 | Pagi ini, tepatnya pukul 07:23 WIB, gempa bumi dengan magnitudo 5.8 mengguncang wilayah Manado, Sulawesi Utara. Pusat gempa terdeteksi di laut lepas pantai Manado, kedalaman sekitar 12 kilometer. Guncangan terasa kuat di pusat kota hingga ke beberapa kabupaten sekitar, memicu kepanikan dan menimbulkan kerusakan pada bangunan serta infrastruktur penting.

BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) segera mengeluarkan peringatan dini gempa setelah mendeteksi aktivitas seismik. Pihak berwenang menginstruksikan masyarakat untuk menjauhi bangunan tidak aman, menghindari area rawan longsor, dan mematuhi arahan tim penyelamat.

Detail Gempa

Menurut data resmi BMKG, gempa memiliki kedalaman 12 km, menandakan sumbernya berada cukup dekat dengan permukaan laut. Magnitudo 5.8 termasuk kategori kuat, cukup untuk menyebabkan kerusakan struktural pada bangunan tidak tahan gempa. Setelah gempa utama, tercatat tiga kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo antara 3.2 hingga 4.1 selama satu jam pertama.

Kerusakan dan Dampak

Hingga saat ini, tim lapangan melaporkan kerusakan pada lebih dari 400 rumah, sebagian besar di daerah permukiman padat penduduk. Jalan utama di Jalan Sudirman dan Jalan Cendrawasih mengalami retakan signifikan, menghambat akses kendaraan darurat. Sekitar 1.200 warga terpaksa mengungsi ke balai desa atau gedung pertemuan umum yang telah dipersiapkan sebagai tempat penampungan sementara.

  • Korban luka: 27 orang (15 luka ringan, 12 luka serius)
  • Kematian: 2 orang (terjadi di rumah yang runtuh)
  • Kebutuhan mendesak: air bersih, makanan, dan peralatan medis

Beberapa fasilitas publik, termasuk rumah sakit Umum Manado dan sekolah menengah pertama, mengalami gangguan listrik akibat kerusakan pada jaringan trafo. Petugas PLN berupaya memulihkan pasokan listrik secara bergiliran, namun diperkirakan akan memakan waktu hingga 48 jam untuk wilayah terdampak paling parah.

Upaya Penanggulangan

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengerahkan Tim Penanggulangan Bencana Daerah (TPBD) bersama TNI, Polri, dan relawan dari Palang Merah Indonesia. Tim SAR melakukan pencarian dan evakuasi korban di area yang paling terdampak, sementara tim medis menyiapkan posko pertolongan pertama di Balai Kota Manado.

Gubernur Sulawesi Utara, Andi Sudirman, dalam konferensi pers menyatakan, “Kami akan memastikan semua warga yang terdampak mendapatkan bantuan secepat mungkin. Koordinasi lintas sektoral sedang berjalan intensif untuk mempercepat proses pemulihan.”

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyalurkan bantuan darurat berupa paket sembako, selang air bersih, dan tenda darurat. Distribusi barang akan dilaksanakan melalui posko-posko yang telah didirikan di tiap kecamatan terdampak.

Para ahli geologi mengingatkan bahwa wilayah Manado berada di zona seismik aktif, sehingga potensi gempa susulan masih tinggi. Masyarakat diimbau tetap waspada, mengikuti arahan petugas, dan tidak kembali ke rumah yang belum dinyatakan aman.

Dengan koordinasi yang kuat antara pemerintah, lembaga penanggulangan bencana, serta partisipasi aktif masyarakat, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan meminimalkan dampak lanjutan dari gempa ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *