Keuangan.id – 04 April 2026 | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa program Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK) 2026 berhasil menghimpun dana sebesar Rp 6,83 triliun, melambungkan pencapaian sebesar 241,5% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 1,9 triliun.
Pada edisi ketiga, GERAK Syariah 2026 memperluas jangkauannya dengan menyelenggarakan 2.632 kegiatan di 39 kantor OJK di seluruh Indonesia. Acara penutupan digelar di gedung OJK Jakarta pada 2 April 2026.
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Total dana terkumpul | Rp 6,83 triliun |
| Peningkatan dibanding tahun sebelumnya | 241,5 % |
| Jumlah kegiatan | 2.632 |
| Kantor OJK yang terlibat | 39 |
Berbagai pejabat menilai kontribusi program ini penting untuk memperkuat ekonomi syariah nasional. Menteri Agama menekankan bahwa meski populasi Muslim Indonesia mencapai 244 juta, perilaku ekonomi syariah masih hanya sekitar 7,6 %, jauh di bawah negara tetangga seperti Malaysia yang telah mencapai 67 %. Menteri Koperasi, yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Musyawarah Ekonomi Syariah (MES), menambahkan bahwa keuangan syariah harus selaras dengan sektor riil, termasuk UMKM, industri halal, dan usaha produktif lainnya. Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK menyatakan dukungan OJK terhadap program prioritas pemerintah dan menargetkan agar jasa keuangan syariah semakin berkontribusi pada agenda Asta Cita.
Dengan pencapaian dana yang signifikan dan cakupan kegiatan yang luas, GERAK Syariah 2026 diharapkan dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam produk‑produk keuangan berbasis syariah.











