Keuangan.id – 16 April 2026 | PT Elang Pelangi Indonesia (ELPI) berhasil memperoleh fasilitas pinjaman senilai Rp633 miliar dari lembaga keuangan untuk mendanai rencana akuisisi kapal Multi Purpose Support Vessel (MPSV) melalui anak perusahaannya.
Pinjaman tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi ELPI di sektor transportasi laut, khususnya dalam menyediakan layanan support vessel yang dibutuhkan oleh industri migas, pertambangan, dan logistik maritim.
- Jumlah pinjaman: Rp633 miliar
- Tujuan: Akuisisi kapal MPSV
- Pelaksana akuisisi: Anak perusahaan ELPI
- Perkiraan nilai kapal: Sekitar Rp500 miliar
- Jangka waktu pinjaman: 7 tahun dengan bunga mengambang
Dengan akuisisi ini, ELPI berencana menambah armada kapal pendukungnya sehingga dapat menawarkan layanan yang lebih lengkap, termasuk penyediaan tenaga kerja, peralatan, serta dukungan logistik di lokasi offshore. Strategi tersebut sejalan dengan tren peningkatan permintaan layanan maritim di Indonesia, terutama seiring dengan pertumbuhan proyek-proyek eksplorasi dan produksi minyak serta gas bumi.
Para analis memperkirakan bahwa penambahan satu unit MPSV dapat meningkatkan pendapatan tahunan ELPI sebesar 8‑10 persen, tergantung pada tingkat pemanfaatan kapal dan kontrak yang berhasil diperoleh. Selain itu, pembiayaan dengan tingkat bunga kompetitif diharapkan tidak memberatkan struktur permodalan perusahaan.
ELPI juga menyatakan komitmennya untuk mengelola risiko terkait fluktuasi nilai tukar dan suku bunga, dengan mengimplementasikan kebijakan lindung nilai (hedging) serta monitoring ketat terhadap arus kas proyek.
Pendanaan ini menandai langkah penting bagi ELPI dalam memperluas jaringan layanan maritimnya, sekaligus memperkuat posisi kompetitif di pasar domestik yang semakin dinamis.











