Keuangan.id – 18 April 2026 | Efisiensi Fixed Operating Expense Ratio (FORE) perusahaan ritel mengalami fluktuasi signifikan selama tahun 2025, seiring dengan percepatan ekspansi gerai di berbagai wilayah. Kondisi ini berdampak pada pergerakan harga saham yang menunjukkan volatilitas tinggi, dipicu oleh perubahan aliran dana asing yang masuk dan keluar pasar.
Berikut rangkuman dinamika utama:
| Kuartal | Efisiensi FORE (%) |
|---|---|
| Q1 2025 | 78 |
| Q2 2025 | 73 |
| Q3 2025 | 81 |
| Q4 2025 | 69 |
Penurunan pada kuartal keempat terutama disebabkan oleh pembukaan sejumlah gerai baru yang belum mencapai titik impas, sehingga beban operasional belum dapat terdistribusi secara optimal.
Selain data kuartalan, arus dana asing juga berperan penting. Pada kuartal pertama, pasar menerima aliran masuk bersih sekitar USD 120 juta, namun pada kuartal keempat tercatat aliran keluar bersih sekitar USD 80 juta, mencerminkan sentimen risiko yang meningkat.
Faktor-faktor yang memicu ketidakstabilan FORE dan volatilitas saham meliputi:
- Pembukaan gerai baru di lokasi dengan tingkat penetrasi pasar yang belum teruji.
- Fluktuasi biaya sewa dan logistik yang dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi.
- Perubahan kebijakan moneter global yang memengaruhi nilai tukar dan biaya impor.
- Sentimen investor asing yang sensitif terhadap data operasional kuartalan.
- Persaingan ketat dengan pemain e‑commerce yang mempercepat adopsi kanal digital.
Para analis memperkirakan bahwa perusahaan perlu menstabilkan rasio FORE dengan mempercepat proses optimasi biaya operasional pada gerai yang baru dibuka, serta meningkatkan sinergi antara kanal fisik dan digital. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menurunkan volatilitas harga saham dan menarik kembali minat investor asing.











