Keuangan.id – 14 April 2026 | Dua kapal tanker milik Pertamina, Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih belum dapat melintasi Selat Hormuz. Hal ini disebabkan oleh prosedur keamanan yang ditetapkan oleh otoritas Iran, mengingat situasi di kawasan tersebut masih belum stabil.
Duta Besar Iran untuk Indonesia menegaskan bahwa semua kapal, termasuk kedua tanker Indonesia, wajib menjalani proses negosiasi dengan pihak keamanan Iran sebelum diperbolehkan melintasi selat. Ia menambahkan bahwa protokol tersebut berlaku bagi semua negara karena kondisi Teluk Persia dan Selat Hormuz masih dalam keadaan yang tidak biasa.
- Iran menyiapkan rute maritim alternatif pada 9 April, namun jalur tersebut belum sepenuhnya dibuka karena masih terdapat ranjau laut yang belum terdeteksi.
- Pembersihan ranjau laut memerlukan waktu dan kemampuan khusus yang belum dimiliki secara optimal oleh Iran maupun Amerika Serikat.
- Pemerintah Indonesia telah menerima respons positif dari Iran terkait permintaan agar kapal dapat melintas dengan aman, namun belum ada kepastian kapan hal itu akan terjadi.
Dengan ketegangan yang masih berlangsung, diperkirakan kedua kapal harus menyelesaikan prosedur negosiasi sebelum dapat keluar dari Selat Hormuz secara aman.











