Keuangan.id – 15 April 2026 | Pergerakan saham ESSA (PT Energi Selaras Sukses Abadi) akhir pekan lalu menarik perhatian pelaku pasar setelah dua pemegang saham besar mengumumkan penurunan kepemilikan mereka. Pada saat yang sama, investor asing muncul sebagai pembeli utama, menyerap sekitar 200 juta lembar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp231 miliar.
Penurunan kepemilikan tersebut datang dari dua entitas yang selama ini menjadi kontributor signifikan pada struktur kepemilikan ESSA. Meskipun identitas lengkap mereka tidak diungkapkan secara publik, data kepemilikan menunjukkan penurunan masing‑masing sekitar 5‑7 persen dari total saham beredar.
Investor asing yang membeli 200 juta saham tersebut belum secara resmi menyatakan identitasnya, namun sumber pasar memperkirakan bahwa dana tersebut berasal dari manajer aset internasional yang tengah memperluas eksposurnya ke sektor energi terbarukan di Indonesia.
- Nilai transaksi: Rp231 miliar
- Jumlah saham yang diambil alih: 200 juta lembar
- Harga per saham pada saat transaksi: sekitar Rp1.155 per lembar
Akibat masuknya dana besar tersebut, harga saham ESSA mengalami kenaikan signifikan dalam satu hari perdagangan, naik lebih dari 12 persen dari level penutupan sebelumnya. Lonjakan harga ini menandakan antusiasme pasar terhadap prospek pertumbuhan perusahaan di tengah kebijakan pemerintah yang mendukung energi bersih.
Perubahan struktur kepemilikan ini dapat berdampak pada keputusan strategis perusahaan ke depan. Dengan peningkatan kepemilikan asing, manajemen ESSA kemungkinan akan lebih terbuka pada kolaborasi internasional, peningkatan standar tata kelola, serta akses ke sumber pembiayaan yang lebih luas.
Pengamat pasar menilai bahwa dinamika ini mencerminkan tren umum di pasar modal Indonesia, di mana investor institusional domestik mulai menyesuaikan portofolio mereka, sementara modal asing mencari peluang pertumbuhan di sektor-sektor yang didorong oleh kebijakan pemerintah.











