Keuangan.id – 16 April 2026 | Dalam hitungan hari menjelang akhir musim Championship 2025/26, pertarungan zona degradasi kembali memanas setelah Portsmouth mencatat kemenangan penting melawan Ipswich Town pada Rabu, 15 April 2026. Skor 2-0 yang diraih di Fratton Park tidak hanya mengangkat Pompey ke posisi 19 dengan 48 poin, tetapi juga menimbulkan tekanan baru bagi rival terdekat mereka, Oxford United.
Sebelum laga, Portsmouth berada satu poin di atas Oxford United yang menempati peringkat 21 dengan 45 poin. Kedua tim bersaing ketat untuk menghindari zona merah, sementara West Bromwich Albion (WBA) berada di posisi 20 dengan 46 poin, hanya selisih satu poin dari Oxford. Kemenangan Pompey menambah jarak mereka dari Oxford menjadi tiga poin, sekaligus menempatkan West Brom dalam sorotan karena potensi sanksi pengurangan poin atas pelanggaran batasan kerugian keuangan.
Detail Laga Portsmouth vs Ipswich
Konor Shaughnessy membuka keunggulan Pompey pada menit ke-23 setelah menerima umpan dari Adrian Segecic. Gol kedua dicetak oleh Colby Bishop lewat tendangan sudut yang dihasilkan oleh Segecic pada menit ke-67. Kedua gol itu memastikan kemenangan 2-0, sekaligus menegaskan determinasi Pompey untuk bertahan di kasta kedua Liga Inggris.
Elkan Baggott, bek timnas Indonesia yang berada di skuad Portsmouth, tidak masuk dalam daftar pemain yang dibawa oleh pelatih Kieran McKenna. Kekosongan tersebut tidak mengganggu performa tim, karena strategi 4-2-3-1 yang diterapkan John Mousinho berhasil menyeimbangkan lini serang dan pertahanan.
Pengaruh Terhadap Oxford United
Dengan hasil tersebut, Oxford United kini berada di posisi paling tidak menguntungkan dalam kelompok zona degradasi. Matt Bloomfield, pelatih Oxford, harus mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya dalam empat pertandingan terakhir untuk menjamin keselamatan. Jadwal sisa musim Oxford meliputi Derby melawan Sunderland, serta laga melawan Wrexham, Millwall, dan Sheffield Wednesday.
Suasana hati para pendukung Oxford United tercermin dalam jajak pendapat BBC Sport yang menanyakan perasaan mereka tentang pertarungan degradasi. Sebagian besar suporter mengaku cemas namun tetap optimis, berharap setidaknya tiga atau empat poin tambahan dapat mengamankan tempat mereka di liga. Mereka menilai bahwa target poin minimal untuk selamat berada di kisaran 50‑52 poin, mengingat persaingan ketat dengan West Brom dan Leicester City.
Ancaman Pengurangan Poin untuk West Brom
Di luar lapangan, West Brom sedang dihadapkan pada kemungkinan sanksi finansial. EFL telah mengumumkan bahwa klub tersebut didakwa melanggar batasan kerugian dalam laporan keuangan 2022‑2025. Jika sanksi pengurangan poin dijatuhkan, West Brom dapat turun ke zona merah secara otomatis, yang pada gilirannya membuka peluang bagi Oxford United untuk lolos tanpa harus mengumpulkan banyak poin.
Pengalaman sebelumnya menunjukkan EFL tidak ragu menjatuhkan penalti, seperti enam poin yang diberikan kepada Leicester City dan Sheffield Wednesday pada musim sebelumnya. Oleh karena itu, situasi West Brom menjadi variabel penting yang terus dipantau oleh semua tim yang terlibat dalam perebutan selamat.
Kembalinya Milli Alli ke Formasi Utama
Di sisi lain, John Mousinho mengungkapkan alasan di balik kebangkitan kembali winger asal Luton, Milli Alli, yang tampil gemilang dalam kemenangan 2-0 melawan Ipswich. Mousinho menjelaskan bahwa Alli diberikan istirahat singkat setelah penurunan performa pada dua pertandingan sebelumnya melawan Oxford United dan Middlesbrough. “Istirahat itu sangat membantu,” ujar Mousinho, menambahkan bahwa kembali ke posisi utama pada pertandingan melawan Ipswich memungkinkan Alli menampilkan kecepatan, ketajaman, serta kontribusi defensif yang signifikan.
Alli tidak hanya mencetak gol, tetapi juga berperan dalam pergerakan bola di sisi kiri, menciptakan peluang bagi rekan setimnya. Penampilannya mendapat pujian dari Sky Sports yang menamainya Man of the Match. Kembalinya Alli ke performa terbaik menambah dimensi serangan Pompey, sekaligus memberi kepercayaan diri kepada seluruh skuad menjelang pertandingan-pertandingan krusial.
Strategi Akhir Musim dan Prediksi
- Portsmouth: Fokus pada stabilitas pertahanan dan pemanfaatan sayap kiri melalui Alli, sambil menunggu keputusan pemain yang cedera.
- Oxford United: Mengincar kemenangan di Derby dan memanfaatkan peluang melawan tim yang sedang berjuang di papan atas seperti Millwall.
- West Brom: Menunggu hasil keputusan EFL; jika poin dikurangi, fokus pada perbaikan mental untuk menghindari penurunan mendadak.
Jika Oxford United berhasil mengumpulkan minimal delapan poin dari empat laga tersisa, mereka berpeluang menutup jarak dengan West Brom meski sanksi belum diputuskan. Sebaliknya, kegagalan meraih poin dalam dua laga pertama dapat menempatkan mereka pada posisi berbahaya, mengharuskan mereka bersaing langsung dengan Leicester City yang kini hanya tiga poin di belakang.
Dengan tekanan yang semakin besar, semua mata akan tertuju pada Fratton Park, Kassam Stadium, dan The Hawthorns dalam beberapa minggu ke depan. Pertarungan ini tidak hanya menjadi ajang sportivitas, tetapi juga drama finansial yang dapat mengubah nasib tiga klub sekaligus.
Kesimpulannya, kemenangan Portsmouth atas Ipswich memberikan dorongan moral dan poin penting, sementara Oxford United harus berjuang keras untuk menutup jarak. Ancaman pengurangan poin terhadap West Brom menambah ketidakpastian, menjadikan akhir musim Championship 2025/26 sebagai salah satu yang paling menegangkan dalam sejarah kompetisi ini.











