Keuangan.id – 24 April 2026 | JAKARTA – PT Astra International Tbk (ASII) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai lanjutan sebesar Rp 292 per saham. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 23 April 2026 di Menara Astra, Jakarta.
Pengumuman Dividen Astra ini menegaskan kembali kebijakan perusahaan dalam membagikan hasil kinerja yang solid kepada para pemegang saham.
Detail Pembayaran Dividen
Dividen sebesar Rp 292 per saham akan dibayarkan pada 25 Mei 2026. Pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 6 Mei 2026 pukul 16.00 WIB akan berhak menerima pembayaran tersebut. Recording date ini memastikan bahwa semua investor yang terdaftar pada tanggal tersebut dapat menikmati hak dividen.
Ruang Lingkup Dividen Tahun 2025
RUPS menyetujui penggunaan laba bersih konsolidasian tahun buku 2025 sebesar Rp 32,76 triliun. Dari total laba tersebut, Astra menetapkan total dividen tunai sebesar Rp 15,7 triliun atau setara dengan Rp 390 per saham. Jumlah ini meliputi:
- Dividen interim sebesar Rp 98 per saham yang telah dibayarkan pada 31 Oktober 2025 (sekitar Rp 4 triliun).
- Sisa dividen final sebesar Rp 292 per saham yang akan dibayarkan pada 25 Mei 2026.
Dengan demikian, total nilai dividen yang dibagikan dapat berubah mengikuti jumlah saham yang berhak menerima dividen, mengingat Astra masih melanjutkan program buyback saham.
Implikasi Bagi Pemegang Saham dan Pasar
Pembagian dividen ini menjadi sinyal positif bagi pasar bahwa Astra memiliki profitabilitas yang kuat dan komitmen untuk mengembalikan nilai kepada pemegang saham. Analyst memperkirakan bahwa dividen ini dapat meningkatkan daya tarik saham ASII di kalangan investor institusional dan ritel.
Selain pembagian dividen, RUPS juga memutuskan untuk menahan laba bersih minimum sebesar Rp 17,09 triliun sebagai laba ditahan. Dana tersebut akan dialokasikan untuk mendukung ekspansi usaha, investasi teknologi, serta memperkuat posisi Astra di sektor otomotif, agribisnis, dan infrastruktur.
Pengesahan Laporan Tahunan 2025
Rapat juga menyetujui Laporan Tahunan tahun buku 2025, termasuk laporan keuangan konsolidasi yang telah diaudit dengan opini wajar tanpa pengecualian. Seluruh anggota direksi dan dewan komisaris menerima pembebasan tanggung jawab penuh (acquit et decharge) atas pelaksanaan tugas mereka selama tahun buku 2025.
Struktur Manajemen Terbaru
Dalam agenda lain, RUPS menetapkan susunan manajemen terbaru. Prijono Sugiarto dipilih menjadi Presiden Komisaris, sementara Rudy menjabat sebagai Presiden Direktur bersama delapan direktur lainnya.
Dengan keputusan ini, Astra menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan nilai bagi pemegang saham sekaligus memperkuat fondasi bisnis yang beragam. Investor diharapkan dapat memanfaatkan momentum positif ini dalam merencanakan strategi investasi mereka ke depan.
