Keuangan.id – 09 April 2026 | Jakarta, 9 April 2026 – Perselisihan aset rumah di kawasan Kemang antara selebgram Rachel Vennya dan mantan suaminya, Niko Al Hakim alias Okin, kembali memasuki fase mediasi setelah serangkaian pernyataan publik yang memanas. Pada hari Kamis, kuasa hukum kedua belah pihak menggelar pertemuan tertutup di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, untuk membahas tawaran damai yang dapat menyelesaikan masalah rumah sekaligus mengurangi tekanan psikologis yang dialami Okin.
Latar Belakang Konflik
Perseteruan ini bermula pada tahun 2021, ketika Rachel dan Okin menandatangani kesepakatan pasca-cerai terkait pembagian aset. Menurut pernyataan kuasa hukum Rachel, Sangun Ragahdo, kesepakatan tersebut kemudian dianggap diingkari oleh Okin, memicu ketegangan yang berlarut hingga kini. Rumah yang menjadi pokok sengketa berlokasi di kawasan elit Kemang, Jakarta Selatan, dan telah direnovasi dengan nilai miliaran rupiah. Rachel menegaskan haknya untuk melindungi kepentingan anak-anak mereka, sementara Okin mengaku memiliki niat baik untuk menyelesaikan kewajibannya.
Pertemuan Kuasa Hukum
Pertemuan yang bersifat privat ini diinisiasi oleh pihak Okin setelah Rachel mengeluarkan pernyataan di Polda Metro Jaya mengenai sengketa aset. Kuasa hukum Rachel, Sangun Ragahdo, mengonfirmasi bahwa pihak Okin menyampaikan tiga sampai lima poin penawaran dalam diskusi tersebut. Ragahdo menolak mengungkap detail penawaran karena masih harus didiskusikan dengan kliennya. “Intinya memang yang dikejar dari perkara ini adalah klien saya, Rachel, ingin menuntut hak anak‑anaknya dan mencari keadilan,” ujar Ragahdo.
Di sisi lain, kuasa hukum Okin, Axel Mattew (atau Axl Mattew Situmorang), menegaskan bahwa kliennya selalu beritikad baik dan ingin menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. “Klien kami, bahkan sebelum permasalahan ini muncul ke media, dari awal sudah beritikad baik kok,” kata Axel dalam wawancara singkat di kawasan SCBD. Ia menambahkan bahwa Okin berusaha menjaga komunikasi yang sehat demi kepentingan bersama, khususnya anak‑anak mereka.
Penawaran Damai dan Rencana Penjualan
Salah satu poin penting yang dibahas adalah rencana Okin untuk menjual rumah di Kemang. Menurut laporan, rumah tersebut masih ditempati oleh adik‑adik Rachel. Okin menyatakan bahwa penjualan rumah dimaksudkan untuk menyelesaikan tunggakan cicilan KPR yang menjadi sorotan publik. Axel menegaskan, “Saya optimistis bahwa proses mediasi antar‑kuasa hukum ini akan membuahkan hasil yang positif bagi kedua belah pihak.”
Sementara itu, Ragahdo menekankan bahwa Rachel bersikap sangat hati‑hati karena adanya trauma sejak kesepakatan 2021 yang dianggap tidak ditepati. Ia menambahkan, “Laki‑laki itu kan yang harus dipegang adalah omongannya,” sebagai catatan moral terhadap komitmen Okin.
Dampak Psikologis terhadap Okin
Selain aspek materi, konflik ini juga menimbulkan tekanan psikologis bagi Okin. Axel Mattew mengaku bahwa publikasi sengketa ini mengganggu pekerjaan Okin di industri hiburan dan menambah beban mental. “Pasti secara psikologis dulu ya. Kalau materiil itu kan kita juga harus tahu. Cuma kalau saya lihat dari psikologis Okin juga memang terdampak juga,” ujarnya. Ia meminta media dan publik untuk menghindari spekulasi yang belum terverifikasi demi tidak memperkeruh situasi.
Harapan Kedua Belah Pihak
Baik Rachel maupun Okin mengungkapkan harapan agar proses mediasi dapat selesai secara profesional tanpa harus melibatkan publik lebih jauh. Axel menambahkan, “Jika proses ini berjalan baik, pasti pertemuan akan diadakan secara langsung antara Saudara Niko dan Saudari Rachel.” Sementara Ragahdo menegaskan, “Kami menunggu poin‑poin yang dapat disepakati, dan berharap omongan Okin dapat dipegang.”
Para pengamat hukum keluarga menilai bahwa mediasi semacam ini memiliki peluang tinggi untuk menghasilkan kesepakatan, mengingat kedua belah pihak memiliki anak yang menjadi prioritas utama. Mereka juga mencatat bahwa tekanan psikologis yang dialami Okin dapat menjadi faktor pendorong untuk mempercepat penyelesaian.
Dengan demikian, perseteruan rumah Kemang kini berada pada jalur yang lebih konstruktif. Kedua kuasa hukum tampak bersedia mengupayakan solusi damai yang tidak hanya menutup luka materi, tetapi juga mengembalikan kestabilan emosional bagi Okin dan Rachel demi masa depan anak‑anak mereka.
Jika mediasi berhasil, kemungkinan besar rumah tersebut akan dijual dengan kesepakatan yang melibatkan pembagian hasil secara adil, serta penyelesaian tunggakan KPR yang selama ini menjadi titik rawan konflik. Semua pihak berharap proses ini dapat menjadi contoh penyelesaian sengketa aset pasangan selebriti secara profesional, mengurangi dampak negatif pada keluarga dan publik.











