Keuangan.id – 05 Mei 2026 | Bank DBS menyoroti peningkatan signifikan dalam tabungan valas di Indonesia, meski nilai tukar rupiah berada di bawah tekanan. Data terbaru Bank Indonesia menunjukkan simpanan valas perbankan tumbuh 8,6% secara tahunan hingga mencapai Rp 2.338,6 triliun pada Maret 2026.
Faktor-faktor yang Mendorong Lonjakan Tabungan Valas
- Ketidakstabilan nilai tukar: Fluktuasi rupiah terhadap mata uang utama mendorong nasabah mencari perlindungan dalam bentuk mata uang asing.
- Inflasi domestik yang meningkat: Kenaikan harga barang dan jasa domestik menurunkan daya beli, sehingga masyarakat beralih ke aset yang dianggap lebih stabil.
- Kebijakan moneter: Penyesuaian suku bunga dan intervensi bank sentral menambah ketidakpastian bagi investor ritel.
Data Pertumbuhan Tabungan Valas
| Periode | Simpanan Valas (Rp triliun) | Pertumbuhan YoY (%) |
|---|---|---|
| Maret 2026 | 2.338,6 | 8,6 |
Para analis memperkirakan tren ini akan berlanjut selama kondisi ekonomi makro tetap menantang. Sektor perbankan diharapkan meningkatkan produk valas untuk memenuhi permintaan nasabah yang terus berkembang.
