Keuangan.id – 20 April 2026 | Dapen BTN kembali meninjau potensi alokasi dana pensiunnya ke Surat Berharga Ritel Indonesia (SRBI) setelah mencatat lonjakan imbal hasil yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Pertimbangan Utama
- Imbal hasil kompetitif – SRBI menawarkan tingkat pengembalian yang lebih tinggi dibandingkan obligasi pemerintah tradisional, menarik bagi dana pensiun yang mengincar pertumbuhan nilai aset.
- Risiko pasar – Meskipun lebih stabil daripada saham, SRBI tetap terpengaruh oleh pergerakan suku bunga dan likuiditas pasar uang.
- Diversifikasi portofolio – Menambah SRBI dapat menurunkan konsentrasi pada saham dan obligasi korporasi, memperkuat ketahanan portofolio di tengah volatilitas pasar saham.
- Kepatuhan regulasi – Penempatan dana pensiun harus mematuhi batas maksimum investasi di instrumen ritel, sehingga Dapen BTN harus menghitung alokasi secara proporsional.
- Likuiditas – SRBI memiliki jangka waktu yang beragam, memungkinkan penarikan dana sesuai kebutuhan likuiditas jangka menengah.
Strategi ini diharapkan dapat menambah nilai aset bersih Dapen BTN tanpa menimbulkan eksposur risiko berlebih, sekaligus memanfaatkan momentum kenaikan imbal hasil SRBI yang masih berada di kisaran menarik.











