Keuangan.id – 09 April 2026 | Saham BULL mencatat kenaikan 5,42% pada sesi terakhir, meskipun investor asing secara bersih menjual sebanyak 41,9 juta lembar saham. Lonjakan harga ini menimbulkan pertanyaan mengenai faktor‑faktor apa yang mampu menahan tekanan jual dan bahkan memicu pergerakan positif.
Data perdagangan menunjukkan bahwa aksi jual oleh pihak luar negeri tidak diimbangi oleh penurunan harga, berkat peran aktif broker domestik serta kedalaman orderbook yang signifikan. Berikut ringkasan data utama:
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Perubahan Harga | +5,42% |
| Net Sell Asing | 41,9 juta lembar |
| Volume Perdagangan | Data tersedia |
Beberapa faktor yang berkontribusi pada stabilitas harga BULL antara lain:
- Broker domestik: Firm‑firm lokal meningkatkan penawaran beli, menciptakan dukungan likuiditas yang kuat.
- Orderbook tebal: Kedalaman buku order menandakan adanya banyak limit order di berbagai level harga, sehingga penjual besar sulit menurunkan harga secara signifikan.
- Sentimen pasar: Investor dalam negeri melihat peluang pertumbuhan perusahaan yang mendasari BULL, sehingga meningkatkan permintaan.
Dengan dukungan tersebut, harga BULL berhasil melawan arus jual asing dan bahkan mencatat kenaikan. Namun, keberlanjutan tren ini tetap bergantung pada keseimbangan antara aliran masuk dana domestik dan potensi aksi jual kembali dari investor asing.
Pengamat memperingatkan bahwa jika tekanan jual asing terus meningkat tanpa dukungan tambahan dari pasar dalam negeri, risiko koreksi harga tetap ada. Oleh karena itu, pemantauan terhadap volume beli broker lokal dan kedalaman orderbook menjadi kunci untuk menilai arah pergerakan selanjutnya.
