Keuangan.id – 10 April 2026 | Bank BTN, yang telah beroperasi sejak 1976, mencatatkan pencapaian signifikan dengan menyalurkan total enam juta kredit pemilikan rumah (KPR) dengan nilai kumulatif mencapai Rp 530 triliun.
Angka ini mencerminkan peran strategis BTN dalam mendukung kepemilikan rumah bagi masyarakat Indonesia, sekaligus berkontribusi pada stabilitas sosial‑ekonomi nasional.
Perkembangan pencapaian KPR BTN
| Tahun | Jumlah KPR Disalurkan (juta) | Nilai KPR (triliun Rp) |
|---|---|---|
| 1976 | 0,02 | 0,001 |
| 1990 | 0,8 | 0,07 |
| 2000 | 2,5 | 0,22 |
| 2010 | 4,1 | 0,38 |
| 2020 | 5,6 | 0,48 |
| 2023 | 6,0 | 0,53 |
Data tersebut menunjukkan pertumbuhan yang konsisten, terutama pada dekade terakhir, di mana BTN meningkatkan volume KPR sebesar hampir 1,4 juta unit dan nilai kredit hampir Rp 50 triliun.
Dampak ekonomi dan sosial
- Peningkatan kepemilikan rumah: Lebih dari enam juta rumah terjual atau dibangun berkat KPR BTN, mengurangi tingkat sewa dan meningkatkan kualitas hunian.
- Stimulasi sektor konstruksi: Penyaluran KPR mendorong permintaan bahan bangunan, tenaga kerja, dan layanan terkait, memberikan kontribusi signifikan pada PDB.
- Stabilitas keuangan: Portofolio KPR BTN yang terdiversifikasi memperkuat aset bank, menurunkan risiko konsentrasi.
- Inklusi keuangan: BTN memperluas jangkauan layanan ke wilayah pedesaan, membantu masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah memperoleh kredit dengan bunga kompetitif.
Selain itu, BTN secara rutin menyesuaikan suku bunga KPR mengikuti kebijakan moneter Bank Indonesia, sehingga menjaga beban pembayaran nasabah tetap terjangkau.
Keberhasilan ini juga dipandang sebagai indikator positif bagi sektor perumahan nasional, yang selama beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan seperti kenaikan harga properti dan keterbatasan lahan. Dengan dukungan pembiayaan yang luas, BTN berperan sebagai katalisator pertumbuhan pasar properti yang lebih inklusif.











