Keuangan.id – 14 Mei 2026 | Pasar otomotif di Indonesia tampaknya akan memasuki babak baru. Setelah sebelumnya diramaikan mobil listrik murni (EV) dan hybrid, kini teknologi Range Extended Electric Vehicle (REEV) mulai dipersiapkan beberapa merek, termasuk Geely. Pabrikan asal Cina tersebut tengah menyiapkan SUV baru yang akan menjadi alternatif baru bagi konsumen yang ingin menikmati rasa berkendara mobil listrik, namun belum sepenuhnya yakin beralih ke EV murni.
Deepal S05 REEV, SUV elektrifikasi ini diproyeksikan menjadi salah satu andalan Geely di pasar Indonesia. Teknologi ini dianggap sebagai “jalan tengah” antara mobil listrik murni dan hybrid konvensional. Secara konsep, mobil REEV tetap digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik, tetapi masih memiliki mesin bensin yang bertugas sebagai generator untuk mengisi daya baterai ketika kapasitas listrik mulai habis.
Menurut CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, teknologi REEV cocok untuk pasar Indonesia yang masih menghadapi tantangan seperti infrastruktur charging belum merata, konsumen masih khawatir soal jarak tempuh, dan transisi dari mobil bensin ke EV masih berlangsung.
Deepal S05 REEV memiliki karakter berkendara yang menyerupai EV dengan akselerasi instan, kabin senyap, dan tenaga responsif. Namun ketika baterai mulai habis atau mobil dipakai perjalanan jauh, mesin bensin otomatis bekerja sebagai generator untuk memasok tenaga listrik tambahan.
Di sisi lain, pasar otomotif China memasuki babak baru, di mana kendaraan bermesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE) mulai kehilangan dominasi seiring pesatnya pertumbuhan mobil elektrifikasi. Berdasarkan data China Passenger Car Association (CPCA) dan Dongchedi, tingkat penetrasi mobil energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) di pasar ritel mencapai 61,4 persen pada April 2026. Capaian tersebut menjadi yang pertama kalinya, di mana penjualan mobil elektrifikasi berhasil menembus lebih dari 60 persen dari total pasar mobil penumpang di China.
Geely Coolray atau Binyue menjadi satu-satunya model bermesin bensin yang masih bertahan di daftar 10 mobil penumpang terlaris di China pada April 2026. Sementara sembilan model lainnya sudah menggunakan teknologi elektrifikasi, baik battery electric vehicle (BEV) maupun plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).
Penjualan ritel mobil penumpang di China sepanjang April 2026 tercatat 1,384 juta unit, turun 21,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Meski penjualan kendaraan elektrifikasi ikut terkoreksi menjadi 849.000 unit atau turun 6,8 persen secara tahunan, penurunan terbesar justru terjadi pada mobil berbahan bakar bensin.
Geely siapkan SUV bensin baru untuk Indonesia, menghadapi dominasi mobil listrik di pasar otomotif. Deepal S05 REEV menjadi salah satu andalan Geely di pasar Indonesia dengan teknologi REEV yang cocok untuk pasar Indonesia yang masih menghadapi tantangan seperti infrastruktur charging belum merata, konsumen masih khawatir soal jarak tempuh, dan transisi dari mobil bensin ke EV masih berlangsung.











