Keuangan.id – 10 April 2026 | Bandara Malaga, destinasi wisata paling populer di Spanyol, kini menjadi saksi pertama penerapan sistem Entry/Exit System (EES) Uni Eropa yang menimbulkan antrean panjang bagi penumpang asal Britania Raya. Sejak Oktober lalu, EES telah diuji coba di sejumlah pintu masuk Schengen dan dijadwalkan beroperasi penuh di seluruh zona pada 10 April 2026. Sistem ini menggantikan cap paspor tradisional dengan proses digital yang mencatat biometrik, foto, dan sidik jari setiap pelancong non‑EU yang melakukan kunjungan singkat.
Pengalaman Langsung dari Penumpang Inggris
Wendy Smyth, warga Northern Ireland, membagikan pengalamannya melalui platform TikTok. Ia menjelaskan bahwa sebelum memasuki kontrol paspor, penumpang berkewarganegaraan Inggris harus mendaftar biometrik mereka di pos EES yang disediakan di terminal. Proses tersebut meliputi pemotretan wajah, pemindaian sidik jari, serta pengisian data tambahan. “Ada banyak staf yang siap membantu,” ujar Wendy dalam videonya.
Setelah proses biometrik, penumpang diarahkan ke dua jalur berbeda berdasarkan status kewarganegaraan. Jalur biru memperuntukkan warga negara UE, sementara jalur coklat menampung non‑EU, termasuk warga Inggris. Wendy menyoroti kontras mencolok antara kedua jalur: antrean di sisi non‑EU tampak sangat panjang, sedangkan jalur UE mengalir lancar hingga ke pintu gerbang elektronik (e‑gates).
Reaksi Publik dan Tantangan Teknis
Berbagai komentar muncul di media sosial. Seorang pengguna TikTok mengungkapkan kekhawatiran, “Saya rasa ini akan membuat banyak orang enggan bepergian.” Komentar lain menyoroti masalah teknis, seperti kegagalan sistem mengenali data yang sudah diambil di negara lain: “Saya sudah mengambil sidik jari di Polandia, namun ketika tiba di Spanyol, paspor saya tidak terdeteksi.”
Beberapa penumpang melaporkan pengalaman yang lebih mulus, menyebutkan bahwa mereka dapat menyelesaikan kontrol paspor dalam 15 menit tanpa hambatan berarti. Hal ini menunjukkan variasi waktu tunggu yang signifikan tergantung pada kepadatan jalur dan kesiapan staf di bandara.
Implikasi bagi Pariwisata Inggris ke Zona Schengen
Dengan lebih dari 1,5 juta warga Inggris yang biasanya berkunjung ke Spanyol setiap tahun, perubahan prosedur ini dapat memengaruhi keputusan perjalanan. Antrean panjang berpotensi menurunkan minat wisatawan, terutama bagi mereka yang melakukan perjalanan singkat atau mengandalkan jadwal penerbangan ketat. Sektor pariwisata di Malaga, yang sangat bergantung pada turis Inggris, kini harus menyesuaikan diri dengan ekspektasi layanan yang lebih cepat dan transparan.
Selain itu, EES diharapkan meningkatkan keamanan perbatasan dengan memungkinkan otoritas melacak masuk‑keluar wisatawan secara real‑time. Namun, proses digital ini menimbulkan pertanyaan tentang privasi data biometrik dan kesiapan infrastruktur IT di seluruh bandara Schengen.
Daftar Negara Schengen dan Pengecualian
- Austria
- Belgia
- Bulgaria
- Croatia
- Czechia
- Denmark
- Estonia
- Finlandia
- Prancis
- Jerman
- Yunani
- Hungaria
- Islandia
- Italia
- Latvia
- Liechtenstein
- Lithuania
- Luksemburg
- Malta
- Belanda
- Norwegia
- Polandia
- Portugal
- Rumania
- Slovakia
- Slovenia
- Spanyol
- Swedia
- Swiss
Republik Irlandia dan Siprus berada di luar zona Schengen, sehingga EES tidak berlaku bagi perjalanan ke kedua negara tersebut.
Secara keseluruhan, penerapan Entry/Exit System di Bandara Malaga menandai langkah penting dalam modernisasi kontrol perbatasan Uni Eropa. Meskipun masih terdapat tantangan operasional dan persepsi publik yang beragam, sistem ini diharapkan mempercepat proses masuk‑keluar bagi mayoritas pelancong UE, sekaligus menambah beban administratif bagi warga negara non‑EU seperti Britania Raya. Pemerintah Inggris dan agen perjalanan kini perlu memberikan panduan yang jelas kepada wisatawan agar dapat menyesuaikan diri dengan prosedur baru ini.
Dengan adaptasi yang tepat, diharapkan pengalaman perjalanan ke Malaga dan destinasi Schengen lainnya akan kembali lancar, sambil tetap menjaga standar keamanan yang lebih tinggi.
