Keuangan.id – 02 April 2026 | Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatat pencapaian signifikan dengan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp31,42 triliun hingga akhir Februari 2026. Penyaluran ini mencakup ribuan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.
Keberhasilan ini memberikan dorongan kuat bagi UMKM untuk mengembangkan usahanya, khususnya di sektor-sektor produktif seperti manufaktur, agribisnis, perdagangan, dan pariwisata. Dengan akses pembiayaan yang lebih luas, pelaku usaha dapat memperluas kapasitas produksi, meningkatkan kualitas produk, dan menembus pasar yang lebih besar.
Berikut beberapa poin penting terkait penyaluran KUR oleh BRI:
- Nominal total penyaluran mencapai Rp31,42 triliun, menandai pertumbuhan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
- Penyaluran mencakup lebih dari 500 ribu debitur UMKM, dengan rata-rata kredit per usaha sekitar Rp62,8 juta.
- Sektor agribisnis dan manufaktur menyerap porsi terbesar dari dana KUR, diikuti oleh sektor perdagangan dan jasa.
- Program KUR tetap menawarkan suku bunga kompetitif dan tenor yang fleksibel, memudahkan pelaku usaha untuk mengelola beban pembayaran.
BRI juga menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jaringan layanan digital, sehingga proses pengajuan dan pencairan KUR dapat dilakukan secara lebih cepat dan efisien. Inovasi ini diharapkan dapat menjawab tantangan birokrasi tradisional dan mempercepat aliran dana ke lapangan.
Para analis ekonomi menilai bahwa keberlanjutan penyaluran KUR akan berperan penting dalam mempercepat pemulihan ekonomi pasca‑pandemi, sekaligus meningkatkan daya saing UMKM Indonesia di pasar regional.











