Keuangan.id – 12 Maret 2026 | Botafogo resmi tersingkir dari Copa Libertadores pada Selasa 11 Maret 2026 setelah mengalami kekalahan tipis 0-1 di laga leg kedua fase kualifikasi ketiga melawan tim asal Guayaquil, Barcelona SC. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Nilton Santos ini menutup deretan kegagalan tim asal Rio de Janeiro, yang kini harus melanjutkan kompetisi di Copa Sudamericana.
Gol penentu kemenangan datang pada menit ketujuh lewat serangan balik Barcelona. Rojas mengoper bola kepada Milton Céliz, yang mengeksekusi tembakan keras dari luar kotak penalti dan berhasil menaklukkan kiper Botafogo, Léo Linck. Gol tersebut mengguncang harapan tim tuan rumah yang sebelumnya harus menang untuk melaju setelah hasil imbang 1-1 pada leg pertama.
Detail Pertandingan
Sejak peluit awal, Botafogo mencoba menancapkan tekanan dengan mengandalkan kreativitas pemain sayap seperti Vitinho, yang menciptakan dua peluang berbahaya. Namun, pertahanan Barcelona SC tampil disiplin dan berhasil menutup celah. Setelah gol Céliz, tim Brasil meningkatkan kepemilikan bola namun kesulitan menembus blok pertahanan lawan.
Pada menit ke-34, pelatih Martín Anselmi melakukan perubahan taktis dengan menurunkan sistem tiga bek dan memasukkan Joaquín Correa, menggantikan Mateo Ponte yang dikeluarkan di tengah sorakan tidak setuju penonton. Meskipun perubahan tersebut memberi sedikit ruang gerak, Botafogo tetap tidak mampu menciptakan peluang nyata di depan gawang lawan.
Di babak kedua, Anselmi kembali menambah serangan dengan menurunkan Arthur Cabral. Cabral hampir menyamakan kedudukan pada menit ke-80, namun tembakan tersebut dibendung oleh kiper Venezuela, José David Contreras, yang menjadi salah satu pahlawan bagi Barcelona dengan melakukan beberapa penyelamatan krusial.
Reaksi Publik dan Tekanan pada Anselmi
Kekalahan ini menambah deretan kekecewaan Botafogo, yang sebelumnya baru saja tersingkir di perempat final Campeonato Carioca. Di media sosial, para pendukung melontarkan komentar pedas terhadap Anselmi, seperti “Anselmi tidak akan jauh”, “Selamat kepada yang terlibat”, dan “Dia tidak cocok memimpin tim ini”. Kritik tersebut mencerminkan ketidakpuasan atas kurangnya kreativitas dan ketegasan taktis yang ditunjukkan tim dalam pertandingan penting ini.
Selain tekanan dari suporter, kegagalan ini juga berdampak pada ambisi finansial klub. Kualifikasi ke fase grup Libertadores menjanjikan pendapatan signifikan dari hak siar, sponsor, dan hadiah turnamen. Kini, Botafogo harus menyesuaikan target dengan partisipasi di Copa Sudamericana, yang menawarkan imbalan ekonomi lebih rendah.
Konsekuensi Kedepan
Dengan hasil aggregate 2-1 untuk Barcelona SC, tim Ecuador melaju ke fase grup Libertadores, menambah representasi negara tersebut di ajang paling bergengsi sepakbola klub Amerika Selatan. Bagi Botafogo, fokus selanjutnya adalah memperbaiki performa di kompetisi domestik dan mempersiapkan diri untuk Copa Sudamericana, sambil menunggu keputusan manajemen mengenai masa depan Martín Anselmi.
Jika Anselmi tidak mampu membalikkan situasi, tekanan untuk mengganti pelatih akan semakin kuat, mengingat ekspektasi tinggi dari direksi, pemain, dan suporter. Sementara itu, Barcelona SC mengukir kemenangan penting di tanah lawan, menegaskan kemampuan defensif serta efektivitas serangan balik mereka.
Berita ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh kecerdasan buatan. Untuk membaca versi asli dalam bahasa Portugis, kunjungi OneFootball.
Kegagalan Botafogo di Libertadores menjadi pelajaran berharga mengenai pentingnya konsistensi taktik, mentalitas juara, serta dukungan penuh dari suporter dalam mengejar target besar klub.











