Keuangan.id – 13 Maret 2026 | Bank Nasional Indonesia (BNLI) melaporkan laba bersih mencapai Rp3,6 triliun pada tahun 2025, menandakan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan laba didorong oleh beberapa faktor kunci yang memperkuat posisi bank di pasar.
Pendapatan non-bunga mengalami lonjakan sebesar 34% tahun lalu, berkat peningkatan fee-based services, transaksi valas, dan pendapatan dari layanan digital. Sementara itu, portofolio kredit bank terus tumbuh, mencerminkan permintaan yang kuat dari segmen ritel dan korporasi.
Berikut adalah ringkasan indikator keuangan utama BNLI pada 2025:
| Indikator | 2025 | YoY |
|---|---|---|
| Laba Bersih | Rp3,6 Triliun | +28% |
| Pendapatan Non-Bunga | Rp1,2 Triliun | +34% |
| Total Kredit | Rp120 Triliun | +12% |
| Rasio Likuiditas | 31,5% | Stabil |
| Rasio Kecukupan Modal (CAR) | 19,8% | Stabil |
Rasio likuiditas dan kecukupan modal tetap berada pada level yang kuat, memberikan ruang bagi BNLI untuk memperluas kegiatan penyaluran kredit tanpa mengorbankan stabilitas keuangan.
Faktor-faktor utama yang mendukung kinerja BNLI antara lain:
- Peningkatan Pendapatan Non-Bunga: Diversifikasi sumber pendapatan melalui layanan digital dan fee-based.
- Pertumbuhan Kredit: Penambahan kredit ritel dan korporasi yang sejalan dengan pemulihan ekonomi.
- Manajemen Risiko yang Ketat: Mempertahankan kualitas aset dan menjaga rasio NPL dalam batas aman.
- Likuiditas dan Kapitalisasi yang Kuat: Menjaga rasio likuiditas dan CAR di atas regulasi OJK.
Dengan fondasi keuangan yang solid, BNLI diperkirakan akan terus meningkatkan profitabilitasnya pada tahun-tahun mendatang, terutama melalui inovasi produk digital dan ekspansi jaringan kredit.











