Keuangan.id – 20 April 2026 | Bitcoin USD75.000 kembali menguji ambang penting ketika harga turun di bawah level tersebut, menandai penurunan terpanjang dalam beberapa minggu terakhir.
Penurunan ini bertepatan dengan penutupan Selat Hormuz dan eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, dua faktor yang memperparah sentimen risiko di pasar global.
Penyebab utama penurunan
- Penutupan Selat Hormuz mengganggu jalur perdagangan minyak, memicu volatilitas mata uang dan aset alternatif.
- Konflik geopolitik AS‑Iran meningkatkan permintaan safe‑haven, mengalihkan dana dari aset berisiko seperti Bitcoin.
- Tekanan likuiditas di bursa kripto setelah serangkaian likuidasi margin menambah beban jual.
Dampak pada pasar kripto
Harga Bitcoin yang jatuh di bawah USD75.000 menurunkan kapitalisasi pasar total kripto sebesar sekitar 3%, sementara Ethereum dan altcoin utama juga mencatat penurunan 2‑4%.
| Asset | Perubahan 24h |
|---|---|
| Bitcoin | -4,2% |
| Ethereum | -3,1% |
| Binance Coin | -2,8% |
Prospek ke depan
Para analis memperkirakan bahwa selama ketegangan geopolitik berlanjut, volatilitas akan tetap tinggi. Jika Selat Hormuz tetap ditutup, tekanan jual dapat berlanjut hingga harga menemukan dukungan baru di sekitar USD70.000.
Investor disarankan untuk memantau perkembangan politik serta data likuiditas pasar, dan menyesuaikan alokasi aset sesuai toleransi risiko masing‑masing.
