Berita  

Meningkatnya Korban Tewas: Kebakaran SPBE Bekasi Cimuning Catat 6 Jiwa, Investigasi Unsur Pidana Berlanjut

Meningkatnya Korban Tewas: Kebakaran SPBE Bekasi Cimuning Catat 6 Jiwa, Investigasi Unsur Pidana Berlanjut
Meningkatnya Korban Tewas: Kebakaran SPBE Bekasi Cimuning Catat 6 Jiwa, Investigasi Unsur Pidana Berlanjut

Keuangan.id – 20 April 2026 | Kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) milik PT Indogas Andalan Kita di Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, terus menambah deretan korban jiwa. Pada Senin, 20 April 2026, jumlah korban meninggal meningkat menjadi enam orang setelah seorang pasien terakhir, Agustinus Aritonang (33), wafat usai perawatan intensif di RS Kramat Jati, Jakarta Timur.

Insiden yang terjadi pada malam Rabu, 1 April 2026, melanda area seluas kira-kira 2.000 meter persegi, menghancurkan hampir seluruh fasilitas SPBE termasuk dua kios, satu lapak rongsok, satu lapak nasi goreng, mushala, dan warung kopi. Kebakaran tidak hanya menelan nyawa, tetapi juga memengaruhi 41 kepala keluarga yang tinggal di sekitar lokasi, menimbulkan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 7 miliar.

Daftar Korban Meninggal

  • Agustinus Aritonang, 33 tahun – luka bakar 80%
  • Suyadi, 63 tahun – luka bakar 92% (meninggal 5 April 2026)
  • Djaimun, 61 tahun – luka bakar 90% (meninggal 6 April 2026)
  • Sapta Prihantono, 17 tahun – luka bakar 63% (meninggal 7 April 2026)
  • Aulia Putri Budiasti, 19 tahun – meninggal 9 April 2026
  • Kosasih, 66 tahun – meninggal 16 April 2026

Kelima korban pertama termasuk dua petugas keamanan SPBE, menegaskan betapa rentannya pekerja di fasilitas tersebut terhadap bahaya kebakaran. Persentase luka bakar yang tinggi menjadi faktor utama kegagalan penyelamatan medis di tahap awal.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Menurut keterangan Kasi Humas Polres Metro Bekasi Kota, AKP Suparyono, sebanyak 41 KK mengalami gangguan aktivitas sehari-hari. Banyak warga kehilangan mata pencaharian karena kios dan warung yang terbakar. Pemerintah setempat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tengah menyiapkan bantuan darurat berupa paket sembako dan bantuan medis bagi korban luka bakar serta keluarga korban meninggal.

Kerusakan fisik pada lahan SPBE mencakup dua kios, satu lapak rongsok, satu lapak nasi goreng, satu mushala dengan kerusakan ringan, serta satu warung kopi. Total kerugian material diperkirakan mencapai Rp 7 miliar, mengingat nilai investasi infrastruktur energi serta potensi kehilangan pendapatan dari layanan pengisian elpiji.

Penyelidikan Unsur Pidana

Pihak kepolisian masih menggali kemungkinan adanya unsur pidana dalam kebakaran ini. Suparyono menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan tidak ada kendala signifikan, namun tim forensik laboratorium (Puslabfor) masih menunggu hasil analisis material penyebab kebakaran. Sampai kini, belum ada temuan definitif yang mengaitkan tindakan kriminal dengan insiden tersebut.

Polres Metro Bekasi menegaskan komitmen untuk menyelesaikan penyelidikan secara transparan, mengingat masyarakat menuntut kejelasan penyebab kebakaran yang menimbulkan kerugian jiwa dan materiil secara besar-besaran.

Dengan total enam korban meninggal, 22 orang luka, dan ratusan warga terdampak, kebakaran SPBE Cimuning menjadi salah satu bencana industri paling memprihatinkan di wilayah Jabodetabek tahun 2026. Upaya rehabilitasi dan investigasi terus digalakkan demi mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Ke depannya, otoritas terkait diharapkan memperketat standar keselamatan di fasilitas pengisian elpiji, memperbaiki prosedur evakuasi, serta meningkatkan pelatihan bagi personel keamanan. Hanya dengan langkah-langkah preventif yang kuat, tragedi serupa dapat diminimalisir, melindungi nyawa serta kesejahteraan masyarakat sekitar.

Exit mobile version