Keuangan.id – 07 Mei 2026 | BFI Finance mencatat total piutang pembiayaan mencapai Rp26,8 triliun pada kuartal pertama tahun 2026. Dari total tersebut, sebanyak 57,8% dialokasikan untuk pembiayaan modal kerja, menandakan prioritas pendanaan bagi pelaku usaha.
Distribusi Pembiayaan Menurut Segmen
| Segmen | Persentase | Nilai (Triliun Rp) |
|---|---|---|
| Pembiayaan Modal Kerja | 57,8% | 15,5 |
| Pembiayaan Konsumer | 22,4% | 6,0 |
| Pembiayaan Investasi | 12,1% | 3,2 |
| Lainnya | 7,7% | 2,1 |
Angka ini menunjukkan bahwa BFI Finance menyesuaikan portofolio pembiayaan untuk mendukung kebutuhan likuiditas perusahaan di tengah tekanan inflasi dan volatilitas pasar. Peningkatan alokasi modal kerja diperkirakan akan memperkuat arus kas nasabah, sehingga mengurangi risiko kredit macet.
Implikasi bagi Industri Keuangan
- Strategi penekanan pada modal kerja dapat meningkatkan daya saing BFI Finance dibandingkan pesaing yang masih fokus pada pembiayaan konsumer.
- Peningkatan piutang pembiayaan mengindikasikan pertumbuhan permintaan kredit di sektor usaha kecil dan menengah.
- Pengawasan regulator kemungkinan akan memperketat standar kecukupan modal terkait eksposur pembiayaan modal kerja.
Dengan portofolio yang semakin terfokus pada modal kerja, BFI Finance berharap dapat mempertahankan kualitas aset dan mendukung pertumbuhan ekonomi domestik melalui pembiayaan yang lebih produktif.











