Benarkah Kurs Rupiah Sudah Undervalued?

Benarkah Kurs Rupiah Sudah Undervalued?
Benarkah Kurs Rupiah Sudah Undervalued?

Keuangan.id – 25 April 2026 | Nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp17.229 per dolar Amerika Serikat, namun tetap berada di bawah tekanan meski data fundamental menunjukkan kekuatan. Pertanyaan utama yang menggelitik pasar adalah apakah rupiah saat ini sudah undervalued.

Faktor Fundamental yang Kuat

Indonesia mencatat defisit perdagangan yang menurun, cadangan devisa yang stabil, serta inflasi yang berada dalam target bank sentral. Kondisi ini seharusnya mendukung apresiasi mata uang nasional.

Pengaruh Konflik Global dan Arus Modal

Ketegangan geopolitik di tingkat internasional serta pergeseran sentimen risiko global menyebabkan investor mencari aset yang lebih aman. Akibatnya, aliran modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, meningkat tajam. Fenomena ini menambah tekanan jual pada rupiah.

Peran Kebijakan Moneter

Bank Indonesia mempertahankan kebijakan suku bunga yang relatif stabil, namun kebijakan tersebut harus menyeimbangkan antara menjaga inflasi dan menahan depresiasi nilai tukar. Jika aliran modal tetap negatif, kebijakan moneter dapat menjadi kurang efektif dalam menguatkan rupiah.

Apakah Rupiah Undervalued?

Berdasarkan perbandingan antara nilai tukar riil dan nilai tukar nominal, serta mempertimbangkan fundamental ekonomi yang solid, banyak analis menilai bahwa rupiah berada pada level yang undervalued. Hal ini menandakan potensi apresiasi jika kondisi eksternal membaik.

  • Fundamental ekonomi kuat: cadangan devisa, neraca perdagangan, inflasi.
  • Faktor eksternal: konflik global, persepsi risiko, arus modal keluar.
  • Kebijakan moneter: suku bunga stabil, upaya menahan depresiasi.

Jika tekanan eksternal mereda, nilai tukar rupiah berpotensi menguat mendekati nilai yang lebih mencerminkan kekuatan ekonomi domestik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *