Keuangan.id – 13 April 2026 | Indonesia Stock Exchange (BEI) telah mengirimkan surat permintaan klarifikasi kepada Garuda Indonesia Airways (GIAA) terkait perbedaan angka yang muncul pada laporan keuangan grup maskapai, Garuda Maintenance Facility International (GMFI). Surat tersebut menyoroti temuan perbedaan yang signifikan antara data yang dilaporkan oleh GMFI dan data yang tercatat di sistem BEI.
GMFI, yang merupakan anak perusahaan yang menyediakan layanan perawatan dan perbaikan pesawat, menjadi sorotan karena perbedaan angka tersebut dapat memengaruhi persepsi investor tentang kesehatan finansial grup secara keseluruhan. BEI menegaskan bahwa transparansi dan akurasi data keuangan adalah prasyarat utama bagi perusahaan publik yang terdaftar di bursa.
Berikut beberapa poin penting yang menjadi fokus BEI dalam permintaan penjelasannya:
- Identifikasi sumber selisih antara laporan internal GMFI dan data yang dilaporkan ke BEI.
- Penjelasan mengenai prosedur audit internal yang diterapkan oleh GMFI dalam rangka memastikan konsistensi data.
- Rencana perbaikan atau koreksi yang akan dilakukan jika selisih tersebut disebabkan oleh kesalahan pencatatan.
- Jadwal penyampaian laporan revisi kepada BEI dan publik.
Jika selisih tersebut tidak dapat dijelaskan secara memadai, BEI berhak mengambil langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan penangguhan perdagangan saham GIAA atau pemberlakuan sanksi administratif sesuai peraturan pasar modal.
Pihak manajemen Garuda Indonesia Airways belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai temuan ini. Namun, diperkirakan perusahaan akan menyiapkan dokumen penjelasan dalam waktu singkat untuk memenuhi permintaan BEI dan menjaga kepercayaan investor.











