Keuangan.id – 28 April 2026 | Bank Central Asia (BCA) baru-baru ini menyelesaikan serangkaian stress test yang dirancang untuk menilai ketahanan permodalannya dalam menghadapi skenario ekonomi yang menantang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa bank masih berada pada posisi yang kuat, memungkinkan BCA untuk melanjutkan target pertumbuhan tahun ini.
Latar Belakang Stress Test
Stress test merupakan prosedur regulasi yang mengukur kemampuan lembaga keuangan dalam menahan tekanan eksternal, seperti penurunan tajam pada nilai aset, kenaikan suku bunga, atau krisis likuiditas. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan bank-bank besar di Indonesia untuk secara periodik menjalani tes ini.
Hasil dan Implikasi
Berikut rangkuman hasil utama yang dirilis oleh BCA:
| Aspek | Target | Realisasi |
|---|---|---|
| Rasio CET1 | >13,5% | 14,2% |
| Leverage Ratio | >3% | 3,4% |
| Liquidity Coverage Ratio (LCR) | >100% | 112% |
Dengan pencapaian tersebut, BCA menegaskan bahwa modal yang dimilikinya cukup untuk menutup potensi kerugian serta mendukung penyaluran kredit secara berkelanjutan. Manajemen menambahkan bahwa bank akan tetap fokus pada peningkatan layanan digital dan ekspansi produk ke segmen menengah ke atas.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menambah kepercayaan investor dan nasabah, sekaligus memperkuat posisi BCA di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat.











