Keuangan.id – 08 Mei 2026 | Bank Negara Indonesia (BBNI) baru saja menyuntikkan modal sebesar Rp9 miliar kepada Newport Marine Services (BOAT) untuk perkuat layanan migas. Fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) ini diperoleh dari BBNI dan telah ditandatangani pada 7 Mei 2026.
Transaksi pinjaman ini akan digunakan untuk mendukung kegiatan usaha penyediaan dan penyewaan kapal penunjang industri minyak dan gas. Fasilitas kredit ini merupakan bagian dari upaya perusahaan memperkuat struktur pendanaan dan menunjang kebutuhan operasional armada kapal yang melayani sektor migas.
IHSG Anjlok 2,86%
Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) anjlok 2,86% pada perdagangan saham Jumat, 8 Mei 2026. IHSG hari ini ditutup merosot menjadi 6.969,39. Indeks saham LQ45 turun 2,39% menjadi 677,17. Seluruh indeks saham acuan tertekan.
Mengutip data RTI, IHSG berada di level tertinggi 7.186,83 dan level terendah 6.959,39. Jelang akhir pekan ini, IHSG berada di zona merah didorong koreksi saham emiten berbasis logam dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah.
Rupiah Melemah
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat ke level Rp17.361 pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026. Namun, rupiah kemudian melemah 28 poin atau 0,16% ke level Rp17.361 per dolar AS.
Di sisi lain, saham perbankan terpantau berhasil beranjak dari zona merah. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan penguatan paling tinggi, yakni sebesar 2,41% secara harian menjadi Rp 6.375.
Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) justru stagnan di harga Rp 3.980. Kendati begitu, posisi ini juga menjadi yang tertinggi dalam catatan pergerakan harga dalam sepekan.
Kesimpulan
Dalam beberapa hari terakhir, IHSG terus mengalami fluktuasi. Dengan adanya penurunan IHSG dan melemahnya rupiah, para investor harus tetap waspada dan memantau perkembangan pasar saham dengan seksama. Suntikan modal BBNI kepada BOAT dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan fleksibilitas keuangan perseroan dan memperkuat posisi dalam bisnis penyediaan kapal pendukung industri migas.











