Keuangan.id – 05 Mei 2026 | Menjelang akhir tahun, Menteri Investasi Bahlil Tampubolon mengumumkan rencana komprehensif untuk mengolah kembali 28 komoditas unggulan Indonesia. Program ini menargetkan total investasi senilai USD857 miliar hingga tahun 2040, dengan harapan meningkatkan nilai tambah domestik dan menciptakan lapangan kerja baru.
Roadmap Hilirisasi 28 Komoditas
Rencana tersebut dibagi menjadi beberapa fase, dimulai dengan identifikasi komoditas yang memiliki potensi tinggi untuk diproses lebih lanjut. Berikut adalah kategori utama yang masuk dalam roadmap:
- Pertanian: kelapa sawit, kopi, kakao, karet, jagung, kedelai, padi, dan gula.
- Pertambangan: batu bara, nikel, tembaga, bauksit, dan timah.
- Energi: minyak kelapa sawit (biofuel), gas alam, dan energi terbarukan.
- Manufaktur: baja, semen, plastik, kimia dasar, dan produk farmasi.
Secara total, 28 komoditas terpilih akan didorong melalui tiga pilar utama: peningkatan infrastruktur produksi, penguatan riset dan pengembangan, serta penyediaan insentif fiskal bagi investor.
| Pilar | Langkah Strategis |
|---|---|
| Infrastruktur | Pembangunan kawasan industri terpadu dan fasilitas logistik. |
| R&D | Kolaborasi dengan lembaga riset dan universitas untuk inovasi produk. |
| Insentif | Pengurangan pajak, kemudahan perizinan, dan pembiayaan dengan suku bunga rendah. |
Target investasi sebesar USD857 miliar diharapkan dapat menambah nilai ekspor non‑migas hingga 30 % pada 2040, sekaligus menurunkan tingkat pengangguran di sektor manufaktur. Pemerintah berjanji akan memantau progres secara berkala melalui satuan kerja khusus yang dibentuk di Kementerian Investasi.
Dengan roadmap yang terstruktur, diharapkan Indonesia dapat memanfaatkan potensi sumber daya alamnya secara lebih optimal, menjadikan negara ini sebagai pusat produksi dan inovasi di kawasan Asia‑Pasifik.











