Berita  

AS Serang Dua Kapal Sipil Menuju Iran, 5 Orang Tewas, Iran Balas Dendam

AS Serang Dua Kapal Sipil Menuju Iran, 5 Orang Tewas, Iran Balas Dendam
AS Serang Dua Kapal Sipil Menuju Iran, 5 Orang Tewas, Iran Balas Dendam

Keuangan.id – 08 Mei 2026 | Teheran – Tensi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin memanas setelah AS menyerang dua kapal sipil yang menuju ke Iran, menyebabkan 5 orang tewas. Insiden ini memicu kemarahan Iran, yang kemudian melakukan serangan balasan terhadap kapal-kapal militer AS di dekat Selat Hormuz.

Menurut juru bicara markas besar militer Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, AS menargetkan sebuah kapal tanker minyak Iran yang bergerak dari perairan pesisir Iran di dekat pelabuhan Jask menuju ke Selat Hormuz, serta kapal-kapal Iran lainnya di dekat pelabuhan Fujairah di Uni Emirat Arab.

Zolfaghari juga menuduh AS menyerang area sipil di Bandar Khamir, Sirik, dan Pulau Qeshm di Iran bagian selatan, dengan kerja sama beberapa negara regional. Dia mengatakan Angkatan Bersenjata Iran segera merespons dengan menyerang kapal-kapal militer AS di sebelah timur Selat Hormuz dan sebelah selatan pelabuhan Chabahar.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan rudal dan drone skala besar terhadap kapal-kapal militer AS di dekat Selat Hormuz. IRGC menuduh AS terlebih dahulu melanggar gencatan senjata dengan menggempur kapal tanker dan area sipil di wilayah Iran bagian selatan.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa serangan AS sebagai bentuk balasan atas serangan Iran terhadap tiga kapal militer AS yang tengah melintas di perairan Hormuz. Trump juga mengancam akan menyerang lebih brutal jika kesepakatan damai tidak kunjung tercapai.

Serangan Balasan Iran

Iran melakukan serangan balasan terhadap kapal-kapal militer AS di dekat Selat Hormuz. Serangan ini dilakukan menggunakan rudal balistik, rudal jelajah anti-kapal, dan drone peledak. IRGC mengatakan bahwa serangan balasan mereka menyebabkan kerusakan signifikan pada kapal-kapal AS.

Markas Pusat Khatam al-Anbiya milik militer Iran menyatakan bahwa AS sebelumnya telah melanggar gencatan senjata dengan menyerang kapal tanker minyak Iran dan melancarkan serangan udara ke wilayah sipil, termasuk Pulau Qeshm.

Iran juga mengeklaim bahwa serangan balasan mereka menyebabkan kerusakan signifikan pada kapal-kapal AS. Militer Iran menegaskan akan memberikan respons menghancurkan tanpa sedikit pun keraguan terhadap setiap agresi.

Eskalasi Tensi

Insiden ini memicu kekhawatiran internasional tentang eskalasi tensi antara AS dan Iran. Selat Hormuz merupakan jalur vital pengiriman minyak, gas, dan produk energi dunia. Upaya Iran memeriksa dan mengenakan pajak terhadap kapal yang melintas melanggar hukum internasional, termasuk Konvensi PBB tentang Hukum Laut yang menjamin hak lintas damai di perairan teritorial.

Pakar hukum maritim menilai upaya Iran memeriksa dan mengenakan pajak terhadap kapal yang melintas melanggar hukum internasional. Ini memicu kekhawatiran tentang kemungkinan konflik yang lebih besar antara AS dan Iran.

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengatakan bahwa pihaknya mencegat serangan Iran yang tidak diprovokasi dan melakukan serangan untuk membela diri. Namun, militer AS menegaskan bahwa mereka tetap siaga untuk melindungi pasukan Amerika di kawasan, walaupun tidak menginginkan eskalasi lebih lanjut.

Insiden ini menjadi respons militer pertama Iran terhadap blokade pelabuhan-pelabuhannya oleh AS dalam beberapa pekan terakhir. Washington sebelumnya menyita sejumlah kapal Iran dan memaksa puluhan kapal lainnya berbalik arah.

Di saat bersamaan, Iran juga memperketat kontrol di Selat Hormuz dengan membentuk lembaga baru bernama Persian Gulf Strait Authority untuk mengatur izin dan pungutan bagi kapal yang melintas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *