Keuangan.id – 06 Mei 2026 | Antrean jual GOTO kini menumpuk pada level Rp50 per saham, menandakan tekanan jual yang signifikan dari pelaku asing.
Latar Belakang Tekanan Jual
Beberapa hari terakhir, investor institusional luar negeri meningkatkan penjualan saham GOTO, dipicu oleh kekhawatiran tentang valuasi dan prospek pertumbuhan perusahaan. Penjualan masif ini menambah volume jual di order book, sehingga antrean jual menjadi paling tebal pada harga 50.
Dampak pada Harga dan Likuiditas
Akumulasi order jual besar di harga tersebut menurunkan likuiditas pada level harga yang lebih tinggi, memaksa pembeli ritel menunggu harga turun. Hal ini berpotensi menimbulkan penurunan harga jika tidak ada dukungan beli yang kuat.
Analisis Teknis
| Indikator | Status |
|---|---|
| Volume Jual | Teratas di level 50 |
| Support Terdekat | Rp48 |
| Resistance | Rp55 |
Jika harga menembus support Rp48, kemungkinan akan muncul penurunan lebih lanjut. Sebaliknya, penembusan di atas resistance Rp55 dapat memicu pembalikan arah.
Strategi Investor
- Investor jangka pendek dapat mempertimbangkan penjualan cepat untuk menghindari risiko penurunan.
- Investor jangka menengah hingga panjang sebaiknya menunggu konfirmasi dukungan beli di level support sebelum menambah posisi.
- Memantau aliran data fundamental GOTO, termasuk pendapatan dan laba bersih, tetap penting.
Secara keseluruhan, antrean jual yang tebal di harga 50 mencerminkan ketidakpastian pasar. Para pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada dan menyesuaikan strategi sesuai perkembangan order flow.











