Keuangan.id – 15 April 2026 | Anthony Joshua kembali menjadi sorotan utama dunia tinju internasional setelah serangkaian perkembangan kontrak dan spekulasi yang menggelitik para penggemar. Meskipun telah menandatangani perjanjian resmi dengan “Gypsy King” Tyson Fury, muncul indikasi bahwa Joshua dan manajernya, Eddie Hearn, mungkin mempertimbangkan pilihan lain yang lebih menggiurkan secara finansial maupun prestisius.
Kontrak dengan Fury: Janji atau Beban?
Perjanjian antara Joshua dan Tyson Fury secara resmi diumumkan beberapa minggu lalu, menandai potensi pertarungan antara dua raksasa kelas berat. Kesepakatan itu, yang disebut sebagai kontrak “Gypsy King”, mencakup hak siar utama dan pembagian pendapatan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak. Namun, laporan internal mengungkapkan bahwa Joshua masih membuka peluang untuk pertarungan lain yang dapat memberikan profil lebih tinggi atau persiapan yang lebih strategis.
Rumor Ditinggalkan Pertarungan Fury
Berbagai media memperkirakan bahwa Joshua tidak sepenuhnya berkomitmen pada pertarungan melawan Fury. Beberapa sumber menyatakan bahwa Hearn, yang mengelola karier Joshua, sedang menegosiasikan kembali syarat-syarat kontrak atau bahkan mencari lawan alternatif yang dapat menambah nilai komersial. Meski begitu, pernyataan resmi Hearn menegaskan bahwa tidak ada niat untuk “ducking” (menghindar) Fury, melainkan untuk memastikan bahwa pertarungan tersebut terjadi pada kondisi paling menguntungkan bagi Joshua.
Persahabatan dengan Oleksandr Usyk
Di sisi lain, Oleksandr Usyk, mantan juara kelas menengah yang kini menguasai kelas berat, mengungkapkan kedekatan pribadi dengan Joshua. Usyk menilai persahabatan mereka sebagai faktor yang dapat memengaruhi dinamika negosiasi di masa depan, terutama bila pertarungan antar mereka menjadi opsi yang realistis. Meski belum ada konfirmasi resmi, komentar Usyk menambah lapisan emosional pada spekulasi seputar lawan selanjutnya bagi Joshua.
Kekalahan Negosiasi dengan Deontay Wilder
Sementara itu, upaya menjodohkan Joshua dengan Deontay Wilder – dua petinju yang sama-sama memiliki basis penggemar luas – mengalami kebuntuan. Menurut pernyataan Eddie Hearn, kesepakatan dengan Wilder runtuh akibat perselisihan mengenai pembagian pendapatan dan jadwal pertarungan. Keputusan tersebut membuka ruang bagi Hearn untuk mencari alternatif lain yang lebih menguntungkan atau strategis, termasuk kembali meninjau opsi melawan Fury atau mempertimbangkan lawan baru yang belum disebutkan.
Strategi Hearn dalam Mengatur Karier Joshua
Eddie Hearn terus menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan karier Joshua. Ia menekankan bahwa setiap keputusan harus mempertimbangkan faktor kesehatan, persiapan fisik, serta nilai komersial yang dapat mengangkat profil kedua petinju. Hearn juga mengingatkan bahwa tinju kelas berat saat ini berada dalam fase persaingan sengit, sehingga keputusan tentang lawan berikutnya dapat menentukan arah alur industri.
Analisis Potensi Pertarungan Mendatang
- Tyson Fury vs. Anthony Joshua: Jika kedua pihak dapat menyepakati tanggal dan lokasi yang tepat, pertarungan ini akan menjadi salah satu yang paling dinantikan dalam dekade terakhir, mengingat profil global kedua petinju.
- Oleksandr Usyk vs. Anthony Joshua: Persahabatan mereka menambah dimensi emosional, namun perbedaan gaya bertarung dapat menghasilkan pertarungan teknis yang menarik.
- Lawannya Baru (Mis. Deontay Wilder atau Petinju Lain): Kesepakatan baru dapat memberi Joshua kesempatan untuk memperluas basis penggemar di Amerika Utara, terutama bila melibatkan nama besar seperti Wilder.
Dengan banyaknya faktor yang berinteraksi – kontrak legal, persahabatan pribadi, serta dinamika pasar – tidak mengherankan bila spekulasi terus mengalir. Penggemar dan analis menantikan pengumuman resmi yang diharapkan akan mengakhiri keraguan dan memberikan gambaran jelas tentang siapa lawan berikutnya bagi Anthony Joshua.
Apapun keputusan akhir, satu hal yang pasti: Anthony Joshua tetap menjadi magnet utama di arena tinju kelas berat, dan setiap langkahnya akan terus menciptakan gelombang besar di kalangan media, sponsor, serta jutaan penggemar di seluruh dunia.











